Apa pun situasi, arahkan hati anda kepada Yesus!

Mengalami pengalamanpengalaman yang menakutkan dan merisaukan boleh membawa kita tenggelam dalam keadaan ketakutan dan lumpuh jika tumpuan dan perhatian kita lebih kepada masalah-masalah yang kita hadapi daripada kepada Yesus, Penyelamat! ujar Uskup Cornelius Piong dalam Surat Pastoralnya bertarikh 9 Ogos 2020 dengan tema: Jangan takut arahkan hatimu kepada Yesus dan percayalah kepada-Nya.

Aug 08, 2020

KENINGAU: Mengalami pengalamanpengalaman yang menakutkan dan merisaukan boleh membawa kita tenggelam dalam keadaan ketakutan dan lumpuh jika tumpuan dan perhatian kita lebih kepada masalah-masalah yang kita hadapi daripada kepada Yesus, Penyelamat! ujar Uskup  Cornelius Piong dalam Surat Pastoralnya bertarikh 9 Ogos 2020 dengan tema: Jangan takut arahkan hatimu kepada Yesus dan percayalah kepada-Nya.

Uskup Cornelius merujuk kepada pengalaman-pengalaman "merisaukan" ini adalah seperti pandemik Covid-19, kead aan ekonomi yang merisaukan, kehilangan pekerjaan dan Pilihan Raya Negeri Sabah —sama ada ia akan berjalan dengan adil atau tidak? 

Uskup Cornelius menjelaskan dalam apa pun keadaan hidup, kita harus "mengambil sikap dan budaya datang kepada Yesus,  mendengar Sabda-Nya dan melakukan kehendak-Nya (Luk. 6:47-48)."

Dalam surat pastoral ini juga Bapa Uskup mengumumkan beberapa program rohani yang penting. Baca isi kandungan penuh Surat Pastoral Bapa Uskup Cornelius di bawah:

Sebagai pengikut dan murid Yesus saya percaya kita selalu mendengar nasihat dari para pemimpin Gereja supaya dalam mengikuti Yesus kita perlu sentiasa mengarahkan pandangan kita kepada Yesus agar kita selamat dalam perlindungan dan kasihNya.

Pengalaman Santo Petrus dan muridmurid Yesus dalam Injil hari ini (9/8/2020) memberi pengajaran kepada kita bagaimana sikap jangan takut, mengarahkan hati kepada Yesus dan percaya kepada-Nya menyelamatkan Petrus dan murid-murid  dari bahaya maut di tengah lautan.

Seperti dialami Petrus kita juga tentu pernah mengalami bagaimana pengalamanpengalaman dalam hidup yang menakutkan boleh membawa kita tenggelam dalam keadaan ketakutan terus dan lumpuh jika tumpuan pandangan dan perhatian kita lebih kepada masalah-masalah yang kita hadapi daripada kepada Yesus, Penyelamat.

Pada masa ini pandemik Covid-19 sangat merisaukan banyak orang. Keadaan ekonomi tidak menentu dan ramai orang kehilangan pekerjaan. Masa depan anak-anak merisaukan ibu bapa.

Kita di Sabah pada masa ini sedang bersedia menghadapi Pilihan Raya. Banyak hal yang merisaukan para pemimpin dan rakyat. Apakah pilihan raya akan dijalankan secara adil dan demokrasi atau masih seperti biasa di mana kuasa wang digunakan untuk membeli undi serta lain-lain perbuatan dan strategi yang tidak adil dan tidak jujur.

Sebagai pengikut dan murid Yesus kita perlu yakin bahawa Dia menyertai dan mendampingi kita dalam apa pun keadaan yang  kita hadapi sepanjang perjalanan hidup dan iman kita.

Gereja sebagai saluran kehadiran Yesus sentiasa membantu menyedarkan dan mendorong kita umat-Nya supaya sentiasa mengarahkan pandangan hati kita kepada Yesus.

Dari segi Penyembahan kita digalakkan berdoa, ikut serta dalam perayaan Misa Kudus, Adorasi, Saat Teduh, Ibadat Sabda dan Komuni, Kelompok Doa, Devosi, dll agar Roh Kudus dapat menolong, mengajar dan mengingatkan kita ajaran Yesus (Yoh. 14:26)

Dari Segi Pembentukan Iman, kita ada Sabda Tuhan untuk dibaca, didengar dan direnungi. Kita ada ajaran Gereja, Seminar, Rekoleksi, Retret, kursus, dll agar kita mempunyai iman yang segar, bersaksi dan tahan uji.

Dari segi Tanggungjawab Sosial, kita sebagai anggota-anggota Gereja melalui Sakramen Pembaptisan turut serta dalam Kenabian, Rajawi dan Imamat Yesus. Kita dituntut turut serta dalam memperjuangkan keamanan, keadilan dan cinta kasih. Seperti garam dan cahaya kita membawa pengaruhpengaruh yang baik dan nilai-nilai kerajaan Tuhan di mana kita berada, (Mat. 5:13-16; 25:40), agar hati, fikiran dan tindakan kita didorong oleh kasih Yesus.

Dengan sentiasa berbangga dengan identiti kita sebagai Umat “berjalan bersama dalam Yesus Kristus”, Komited dengan Misi kita hidup mengutamakan Tuhan, dan keperluan sesama serta alam ciptaan Tuhan; yakin bahawa hanya Yesuslah Jalan, Kebenaran dan Hidup, sudah tentu hidup kita sentiasa terarah kepada Yesus. Oleh itu marilah kita tetapkan arah pandangan hidup kita kepadaNya (Yoh. 14:6). Semoga kita tidak terpedaya oleh tipu muslihat setan- jalan, kebohongan dan kematian (Yoh. 8:44).

Dalam  apa pun keadaan hidup yang kita hadapi sama ada ianya berkaitan politik, penyakit,  bencana alam, dsb, marilah kita mengambil sikap dan budaya datang kepada Yesus, mendengar Sabda-Nya dan melakukan kehendak-Nya (Luk. 6:47-48). Sikap ini akan menyatukan kita dengan Yesus dan Roh Kudus-Nya agar kita dapat memahami dan melakukan yang baik dan benar dalam setiap keadaan yang kita hadapi (Yoh.15:4-5).

Kebahagiaan adalah Kekitaan
+ Uskup Cornelius Piong
9 Ogos 2020

Total Comments:0

Name
Email
Comments