Bahasa tempatan diutamakan dalam Pesta Kaamatan St Catherine Inanam

Setelah lima tahun, Gereja St Catherine dari Sienna kembali menjadi tuan rumah sempena Pesta Kaamatan 2017 pada 1 Mei lalu.

Jun 16, 2017

INANAM: Setelah lima tahun, Gereja St Catherine dari Sienna kembali menjadi tuan rumah sempena Pesta Kaamatan 2017 pada 1 Mei lalu. Pesta Kaamatan peringkat Paroki Inanam biasanya dianjurkan bergilir-gilir di pelbagai stasi naungan St Catherine.

Pada tahun hadapan, Pesta Kaamatan akan diadakan di Chapel St Simon, Pulau Pinampang.

Lebih 700 umat dari jauh dan dekat merayakan Kaamatan dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Fr David Sham. Beliau dibantu oleh Fr Paul Lo dan Fr Rayner Bisius.

Selepas perayaan Ekaristi, program diteruskan dengan acara meminum minuman tradisi, upacara memotong kek diikuti dengan pelbagai pertandingan misalnya pertandingan lagu-lagu tradisi KadazanDusun, makanan tradisi, tapai terbaik dan bercerita serta pembacaan Sabda Tuhan dalam bahasa tempatan khusus bagi kanak-kanak di bawah usia 12 tahun.

Total Comments:0

Name
Email
Comments

Sunday Reflection

Twentieth Sunday of Ordinary Time: That woman is Ourselves

Mark calls her “a Greek” but Matthew uses the ancient name “Canaanite,” a reference to the original inhabitants of the Holy Land, who were conquered by the Israelites some twelve centuries before the time of Jesus. Matthew recognises that this encounter between the woman from the area of Tyre and Sidon and Jesus is about an outsider “wanting in.” So he heightens the drama by identifying her as a member of that group of pagans who were Israel’s first enemies (after the Egyptians, of course).