China mula larang ibu bapa bawa anak ke Gereja

Pihak berwenang komunis terus memperketat cengkaman mereka terhadap kegiatan orang-orang Kristian di China.

Sep 09, 2017

BEIJING, China: Pihak berwenang komunis terus memperketat cengkaman mereka terhadap kegiatan orang-orang Kristian di China. Sekurang-kurangnya terdapat empat pemerintah daerah di seluruh China mengeluarkan pemberitahuan yang menyekat kanak-kanak untuk bergabung dengan kelompok Kristian dan menghadiri kegiatan keagamaan.

Larangan tersebut turut mencakupi hal mendidik anak-anak oleh gereja bahkan aktiviti kanak-kanak ini turut disekat meskipun mereka ditemani oleh orang tua dan guru mereka. Selain itu, larangan tersebut mencakupi janji bahawa pejabat akan melancarkan investigasi ke gereja-gereja yang diakui oleh pemerintah dan umat bawah tanah yang beroperasi di luar gereja Katolik dan Protestan yang diawasi ketat Beijing.

Langkah terakhir dilakukan sebagai sebahagian agama di bawah kendali Partai Komunis yang berkuasa, yang secara resmi ateis dan melarang anggotanya untuk memeluk agama.

Maria, seorang umat awam Katolik menceritakan kepada ucanews.com bahawa, “Pemberitahuan darurat dari pihak berwenang yang lebih tinggi melarang semua guru sekolah menengah dan sekolah dasar, siswa dan kanak-kanak-kanak dan ada arahan kepada orang tua “meminta kami untuk tidak membawa anak-anak ke gereja.

Pada 12 Ogos, kantor komite setempat ke pejabat Gereja untuk memujuk ibu bapa untuk tidak membawa anak-anak mereka ke sana. Namun, Maria mengatakan, ramai kanakkanak yang hadir ke Gereja serta menyertai perarakan sempena Hari Raya Maria Assumpta, satu dari empat pesta terpenting bagi Gereja China, pada 15 Ogos.

Dalam insiden lain, sebuah kem musim panas yang dikelola gereja Protestan, telah dibubarkan dan semua peserta dikirim pulang ke rumah, kata Maria.

Akibat larangan dan amaran dari kerajaan, Maria dan ibu bapa lain menjadi risau. Namun, mereka mengatakan bahawa meskipun pihak berwenang tidak membenarkan ibu bapa membawa anak ke Gereja, namun kami orang tua dapat menyampaikan keyakinan agama kami kepada anak-anak kami di rumah.”

Kerajaan tidak mahu mengizinkan kanakkanak ke Gereja dengan alasan tidak mahu mereka dipengaruhi agama dan menyebarkannya di sekolah.--Ucanews.com (demgan izin)

Total Comments:0

Name
Email
Comments