Dua Uskup lahir pasca kesepakatan China-Vatikan

Gereja Katolik di China telah mentahbis seorang lagi Uskup, selepas kesepakatan Vatikan-China.

Sep 06, 2019

BEIJING: Gereja Katolik di China telah mentahbis seorang lagi Uskup, selepas kesepakatan Vatikan-China.

Father Stephen Xu Hongwei, 44, ditahbis sebagai uskup pembantu keuskupan Hanzhong di Shaanxi, pada 28 Ogos, dua hari selepas pentahbisan Msgr Joseph Yao Shun, uskup keuskupan Jining di Mongolia Dalam. Msgr Yao merupakan uskup pertama pasca kesepakatan China- Vatikan yang dimeterai pada tahun 2018.

Uskup Xu dipersetujui sebagai calon uskup oleh Vatikan pada 11 April, namun seperti Uskup Yao sebelum ini, beliau harus menunggu beberapa bulan untuk disahkan oleh pemerintah.

Ketua Konferensi Para Uskup Gereja China (BCCCC), Msgr Joseph Ma Yinglin, uskup keuskupan Kunming, telah memimpin upacara itu dan berkonselebrasi dengan sembilan Uskup lain.

Sekitar 500 orang menghadiri Misa di Katedral St. Michael di kota Hanzhong.

Seorang umat mengatakan kepada ucanews.com bahawa imam diosesan yang masih tidak diakui oleh pemerintah, tidak diizinkan menghadiri upacara itu.

Uskup Xu layak menerima persetujuan dari BCCCC, katanya, “setelah verifikasi dan pemilihan yang sah, kami memberikan persetujuan rasmi kami sekarang. Kandidat ini disetujui oleh Sri Paus.”

Namun, setelah penandatanganan kesepakatan China-Vatikan, kalimat “Kandidat ini disetujui oleh Sri Paus” adalah tambahan baru, sementara kalimat lain dihilangkan dari versi lama.

Uskup Xu lahir pada 16 Januari 1975 di Shaanxi. Dia belajar di seminari Xi’an tahun 1996 dan ditahbiskan sebagai imam di Hanzhong tahun 2002. Mempunyai Ijazah Master dalam bidang teologi pastoral di Roma pada tahun 2008 dan melayani di Keuskupan Vancouver di Kanada hingga 2010. — ucanews.com

Total Comments:0

Name
Email
Comments