Epifani, keselamatan yang dibawa oleh Kristus untuk semua bangsa tanpa batasan

Semasa Gereja merayakan pesta Epifani 6 Januari (yang dirayakan oleh Gereja Malaysia, 3 Januari), Sri Paus Fransiskus turut bersama umat Katolik di seluruh dunia dalam doa Angelus yang disiarkan secara live-streaming.

Jan 09, 2021

VATIKAN: Semasa Gereja merayakan pesta Epifani 6 Januari (yang dirayakan oleh Gereja Malaysia, 3 Januari), Sri Paus Fransiskus turut bersama umat Katolik di seluruh dunia dalam doa Angelus yang disiarkan secara live-streaming.

Sri Paus yang menyampaikan katekesisnya dari perpustakaan Istana Apostolik, merenungkan 'terang' yang dibawa oleh pesta liturgi itu ke dunia kita.

Sri Paus mengatakan Epifani merayakan misteri yang sama dengan Natal, iaitu kelahiran Kristus dan penyelamatan yang dibawa oleh Kristus yang tidak ada batasan. 

Kelahiran Yesus adalah hakikat di mana terang terang itu “disambut dalam iman dan terang itu dibawa kepada orang lain dalam kasih, melalui kesaksian, dalam pewartaan Injil.”

Ketika merenungkan penglihatan Yesaya (60: 1-6), Sri Paus mengatakan deskripsi nabi itu tentang masanya lebih relevan, “kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa.”

Dalam ketidakjelasan itu, nabi Yesaya mengumumkan kedatangan “terang yang diberikan oleh Tuhan untuk Yerusalem dan ditakdirkan untuk menyinari jalan semua bangsa.”

Penglihatan menarik ini, kata Sri Paus,  mengundang harapan, dan mengingatkan kita bahawa terang Tuhan mengatasi semua bayangan kegelapan.

Beralih ke cerita Matius tentang orang Majus yang menyembah Yesus (Mat 2: 1-12), Bapa Suci menunjukkan bahawa terang yang diramalkan oleh Yesaya adalah Bayi dari Betlehem, meskipun tidak semua orang menerima jabatan raja-Nya.

“Dia adalah bintang yang muncul di cakerawala, Mesias yang ditunggu, melalui Dia, Tuhan akan membuka kerajaan cinta, keadilan dan perdamaian-Nya,” kata Sri Paus. 

“Dia lahir tidak hanya untuk beberapa orang, tetapi untuk semua lelaki dan wanita, untuk semua bangsa.”

"Tetapi," Fransiskus memberikan pertanyaan, "bagaimana dan apakah terang Kristus bersinar di mana-mana dan pada semua orang?"

Melalui pewartaan Tuhan, menggunakan kaedah yang sama untuk datang kepada kita. Dalam Inkarnasi, Tuhan mendekati orang lain dan menerima “realiti orang lain.”

“Bintang itu adalah Kristus,” kata Sangti Papa, “tetapi kita juga dapat dan juga harus  menjadi bintang bagi saudara dan saudari kita, sebagai saksi-saksi dari harta kebaikan dan belas kasihan tak terbatas yang diberikan Sang Penebus dengan percuma kepada semua orang.”

Bapa Suci juga mendesak setiap orang untuk menyambut terang Kristus dan membiarkan diri dibimbing, seperti orang-orang Majus, dan dipertobatkan oleh Kristus.

“Inilah perjalanan iman, melalui doa dan renungan tentang karya Tuhan, yang terus mengisi kita dengan sukacita dan keajaiban baharu.” — AsiaNews/Media Vatikan

Total Comments:0

Name
Email
Comments