Firman Tuhan umpama pedang yang “memotong” kebohongan

Firman Tuhan umpama pedang yang “memotong” kebohongan

Nov 09, 2018

ROMA: Sebelum Audiensi Umum hari Rabu, 31 Oktober 2018, Sri Paus Fransiskus menyambut delegasi dari Lembaga Biblika Amerika di kompleks Dewan Paulus VI dan mendorong mereka untuk melanjutkan serta mengintensifkan komitmen mereka untuk misi lembaga itu, iaitu “mengubah kehidupan melalui Sabda Tuhan.”

Sesungguhnya, lanjut Sri Paus, Sabda Tuhan memiliki kekuatan mengubah kehidupan. Dengan memetik petikan dari Surat kepada Orang Ibrani, Sri Paus mengatakan, Sabda Tuhan itu “hidup dan kuat, lebih tajam daripada pedang bermata dua …” Sri Paus menekankan bahawa “tidak ada kitab lain yang memiliki kekuatan sama.”

Fransiskus menambah, “kita mengakui bahawa Roh Kuduslah yang mengilhaminya: hanya dalam Roh Kudus, Kitab Suci dapat benar-benar diterima, dijalani dan diwartakan, kerana Roh Kudus mengajarkan semua hal dan mengingatkan kita tentang semua yang Yesus katakan.”

Kepada yang hadir Sri Paus menjelaskan bahawa Sabda Tuhan “adalah madu, yang memberikan kemanisan yang menyenangkan dari Tuhan, tetapi juga pedang yang membawa kegelisahan yang bermanfaat ke dalam hati kita. Kerana, (Sabda Tuhan) menembusi ke dalaman dan menerangkan relung jiwa yang gelap.

Ketika menembusi, sabda itu memurnikan. Hujung “pedang” ini, kata Sri Paus, mulanya mungkin melukai, tetapi terbukti bermanfaat, kerana dia memotong segala sesuatu yang menjauhkan kita dari Tuhan dan cinta-Nya.

Akhirnya, kata Sri Paus Fransiskus, Sabda Tuhan menilai fikiran dan niat. “Sabda kehidupan adalah juga kebenaran dan sabda-Nya ‘mencipta’ kebenaran di dalam kita, seraya membuang setiap bentuk kesalahan dan kebohongan. Kitab Suci senantiasa mendorong kita untuk mengembalikan kita kepada jalan Tuhan.

“Membiarkan diri kita ‘dibaca’ oleh Sabda Tuhan, membuat kita boleh menjadi ‘buku-buku terbuka,’ renungan yang menghidupkan tentang sabda yang menyelamatkan, saksi-saksi Yesus dan pewarta-pewarta kebaharuan-Nya. — VIS

Total Comments:0

Name
Email
Comments