Fransiskus buka jalan kanonisasi 17 wanita

Sri Paus Fransiskus mengungkapkan penyebab gelar kekudusan terhadap tiga orang wanita serta mengakui kemartiran 14 wanita religius yang terbunuh selama Perang Saudara di Sepanyol pada pertengahan Januari.

Jan 25, 2019

VATIKAN: Sri Paus Fransiskus mengungkapkan penyebab gelar kekudusan terhadap tiga orang wanita serta mengakui kemartiran 14 wanita religius yang terbunuh selama Perang Saudara di Sepanyol pada pertengahan Januari.

Sri Paus secara rasmi mengakui sebuah mukjizat yang diperlukan untuk kanonisasi Beata Marguerite Bays, seorang wanita awam dari Swiss yang dikenal kerana kerohaniannya yang begitu kukuh ketika menghadapi penderitaan fizikal yang luar biasa dan memiliki stigmata (tanda luka-luka Yesus).

Dilahirkan tahun 1815, wanita kudus itu membantu para petani di desanya yang kecil dan menjadi anggota Ordo Fransiskan Sekular. Dia secara khusus berdevosi kepada Bonda Maria dan mengalami kesembuhan dari barah usus besar pada 8 Disember 1854, ketika Sri Paus Pius IX mengumumkan dogma Maria Dikandung Tanpa Noda.

Pada tahun yang sama, dia mulai menunjukkan tanda-tanda stigmata di tangan, kaki dan dadanya.

Beata Marguerute meninggal dunia pada tahun 1879 dan Sri Paus Sto Yohanes Paulus II membeatifikasinya pada tahun 1995.

Dalam dekrit lain yang ditandatangani di Vatikan pada 15 Januari, Bapa Suci turut mengakui kemartiran Sister Isabella Lacaba Andia, yang dikenal sebagai Bonda Maria del Carmen — ibu pemimpin komuniti Sister Fransiskan Konsepsionis — dan 13 orang rakannya. Mereka dibunuh di Sepanyol kerana iman mereka pada tahun 1936. Dekrit daripada Sri Paus membuka jalan bagi beatifikasi mereka.

Sri Paus Fransiskus juga mengakui kebajikan wirawati Mother Soledad Sanjurjo Santos dari Para Hamba Maria serta Sister dari Poland, Anna Kaworek, yang hidup tahun 1872-1936 dan ikut mendirikan Kongregasi Para Sister St. Michael Malaikat Agung. — ucanews.com

Total Comments:0

Name
Email
Comments