Fransiskus pada Misa publik pertama: Ajak umat teladani sikap doa Santo Yohanes Paulus II

Sri Paus Fransiskus merayakan peringatan 100 tahun kelahiran Santo Yohanes Paulus II dengan mempersembahkan Misa Kudus di altar tempat Sri Paus yang berasal dari Poland itu dimakamkan di Basilika Santo Petrus.

May 23, 2020

VATIKAN: Sri Paus Fransiskus merayakan peringatan 100 tahun kelahiran Santo Yohanes Paulus II dengan mempersembahkan Misa Kudus di altar tempat Sri Paus yang berasal dari Poland itu dimakamkan di Basilika Santo Petrus.

Misa 18 Mei 2020 yang diikuti umat dengan jumlah terbatas merupakan Misa pertama yang dibuka untuk umum setelah hampir dua bulan ditangguhkan kerana pandemik coronavirus.

Dalam homilinya, Sri Paus mengingatkan kita bahawa Tuhan mengasihi umat-Nya, dan pada masa-masa manusia menghadapi kesukaran, Dia “mengunjungi” mereka dengan mengutus orang suci atau nabi.

Dalam kehidupan Sri Paus Yohanes Paulus II, kita dapat melihat seorang pemuda diutus Tuhan, disiapkan oleh-Nya, dan menjadikannya Uskup dan Si Paus untuk membimbing Gereja Tuhan. “Hari ini, kita dapat mengatakan bahawa Tuhan mengunjungi umat-Nya,” kata Paus.

Bapa Suci memusatkan perhatian pada tiga sifat khusus yang menandai kehidupan Yohanes Paulus II: doa, kedekatan, dan belas kasihan.

Meskipun sentiasa mempunyai banyak tugas, Yohanes Paulus II selalu mencari waktu untuk berdoa. “Dia tahu betul bahawa tugas pertama uskup adalah berdoa,” kata Fransiskus seraya mengatakan itulah ajaran Santo Petrus dalam Kisah Para Rasul. “Tugas pertama uskup adalah berdoa,” ulangnya. "Yohanes Paulus “tahu hal ini, dan melakukannya”.

Santo Yohanes Paulus II juga dekat dengan umat, tidak terlepas atau terpisah dari mereka, malah berkeliling dunia untuk mencari mereka. Dalam Perjanjian Lama  pun kita dapat melihat bagaimana Tuhan secara unik dekat dengan umat-Nya. Kedekatan ini memuncak dalam Inkarnasi, ketika Yesus sendiri tinggal di antara umat-Nya.

Yohanes Paulus mengikuti teladan Yesus, Gembala yang Baik, yang mendekati semua orang,  baik orang besar dan orang kecil serta yang jauh."

Akhirnya, Sri Paus Fransiskus berkata, Santo Yohanes Paulus II sangat luar biasa kerana cintanya pada keadilan. Cintanya pada keadilan adalah hasrat akan keadilan yang dipenuhi oleh belas kasihan (kerahiman). Kerana itu, Yohanes Paulus juga seorang yang berbelas kasih, “kerana keadilan dan belas kasihan berjalan seiring.” Yohanes Paulus, yang berusaha keras meningkatkan devosi Kerahiman Ilahi, percaya bahawa keadilan Tuhan “memiliki wajah kerahiman ini, sikap kerahiman ini.”

Sri Paus Fransiskus mengakhiri khutbahnya dengan doa semoga Tuhan memberikan kepada kita semua, dan khususnya kepada para pastor (gembala), rahmat doa, rahmat kedekatan, dan rahmat keadilan dalam belas kasihan, dan keadilan yang dipenuhi belas kasihan.  --media Vatikan

Total Comments:0

Name
Email
Comments