Fransiskus tekankan dialog keamanan kepada Uskup-uskup Korea

Dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin agama pada hari Sabtu, Paus Fransiskus mengatakan kepada para pemimpin agama bahawa dunia sedang memerhatikan dan menjadikan mereka teladan bagaimana mereka bekerjasama bekerja menentang keganasan serta mempertahankan hak bagi semua orang.

Sep 09, 2017

KOTA VATIKAN: Dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin agama pada hari Sabtu, Paus Fransiskus mengatakan kepada para pemimpin agama bahawa dunia sedang memerhatikan dan menjadikan mereka teladan bagaimana mereka bekerjasama bekerja menentang keganasan serta mempertahankan hak bagi semua orang.

“Oleh itu, kita mempunyai perjalanan jauh di hadapan kita, di mana ia harus dilaksanakan dengan kerendahan hati dan ketabahan, bukan dengan berteriak-teriak sebaliknya menyinsing lengan,” ujar Sri Paus pada 2 Sept.

Kita harus bekerja untuk menanam harapan bagi masa hadapan di mana kemanusiaan menjadi lebih manusia, harapan yang mengamati seruan orang ramai yang menolak peperangan dan memohon lebih harmoni antara individu dan masyarakat, antara rakyat dan negara," katanya.

Paus Fransiskus bertemu dengan tujuh orang pemimpin agama tertinggi Korea termasuk Uskup Agung Hyginus Kim Hee-jong dari Gwangju, presiden konferensi para uskup Korea.

Para perwakilan itu melawat Vatikan ketika di tengah-tengah kekhuatiran dan kegetiran ancaman perang oleh Korea Utara.

Kami akan meminta pertolongan doa daripada Bapa Suci untuk keamanan di semenanjung Korea dan membantu rakyat Korea untuk menyatukan semula semenanjung Korea,” kata Uskup Agung Kim sebelum lawatan itu.

“Paus Franciskus mempunyai pengetahuan yang baik dan selalu mengikut perkembangan malah Bapa Suci sangat berharap upaya-upaya keamanan segera terjadi di semenanjung Korea.”

Dalam pertemuan pada 2 Sept itu, Fransiskus menyeru para pemimpin agama untuk “memulakan, mempromosikan dan mengiringi proses untuk kebajikan dan perdamaian semua orang.”

Prelatus itu menyeru mereka untuk menolak keganasan, dan mengeluarkan ucapan atau kata-kata semangat khususnya pada masa kebimbangan ini. Jangan memprovokasi melalui ucapan dan tentanglah “naratif ketakutan” dan “retorik kebencian” di dunia. “Dunia sedang memohon pertolongan dan mencari kita, dunia ini meminta kita untuk bekerjasama dan dengan semua lelaki dan wanita yang berkehendak baik.”

Uskup Agung Kim juga telah bertemu dengan Paus Fransiskus pada bulan Mei, di mana beliau datang ke Roma sebagai pegawai khas yang mengiringi presiden baru Korea Selatan, Moon Jae-in. Menurut buletin dari Konferensi para uskup Katolik Korea (CBCK), semasa kunjungan itu, Uskup Agung Kim meminta bantuan doa daripada Fransiskus untuk mendoakan keamanan dan perdamaian di kalangan rakyat Korea, serta mengungkapkan rasa terima kasih di atas keprihatinan Sri Paus ke atas Korea.

Uskup Agung Kim menceritakan bahawa Bapa Suci memperlihatkan pemahaman mendalam akan situasi di semenanjung Korea dan menekankan agar upaya dialog diadakan bukan mengangkat senjata dalam mengembalikan keamanan di Korea.

“Sesungguhnya, keamanan di semenanjung Korea boleh menyeimbangkan kestabilan dan keamanan antarabangsa,” ujar Uskup Agung Kim. — CNA/EWTN

Total Comments:0

Name
Email
Comments