Gereja Katolik tolak pemakaman online

Perintah Kawalan Pergerakan di India yang bertujuan mengawal penularan pandemk coronaviru menyebabkan beberapa ulama Muslim dan Hindu menggunakan apli

May 23, 2020

NEW DELHI: Perintah Kawalan Pergerakan di India yang bertujuan mengawal penularan pandemk coronaviru menyebabkan beberapa ulama Muslim dan Hindu menggunakan aplikasi dan layanan panggilan video dalam talian untuk pemakaman.

Tetapi para paderi Katolik tidak akan meniru apa yang dilakukan para ulama Muslim dan Hindu dalam menggunakan aplikasi online untuk pemakaman semasa tempoh lockdown tersebut.

Father Paul Moonjely dari New Delhi mengatakan tidak ada layanan pemakaman digital untuk umat Katolik di ibu kota negara itu semasa fasa lockdown. Sebaliknya  para paderi memastikan bahawa mereka dapat pergi ke kuburan untuk upacara pemakaman.

“Gereja percaya akan kehidupan setelah kematian,” kata Pastor Paul. “Dan kerana itu, upacara terakhir dilakukan dengan cara sebaik mungkin. Ini adalah perjalanan ke syurga dan harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Tidak seorang pun dari umat Katolik yang penguburannya dilakukan secara online,” kata Fr Paul.

“Kami menjaga jarak sosial dan mengambil semua tindakan pencegahan semasa pemakaman. Namun, kehadiran fizikal yang ramai tidak dibenarkan," tambah Fr Paul.

Menurut Uskup Francis Serrao dari Shimoga, Karnataka, ‘E-Funerals’ tidak diizinkan dalam agama Kristian. Untuk pelaksanaan sakramen seseorang harus hadir secara fizikal, katanya.

Kami tidak dapat memberikan sakramen melalui aplikasi online. Kami tidak dapat menggunakan media untuk Misa dan mengatakan ini adalah Misa regular atau layanan apa pun dalam hal ini," tegas uskup Serrao.

Namun, uskup itu mengatakan jika layanan itu bersifat spiritual maka diizinkan sejauh para peserta mengambil bagian dalam doa dan itu bermanfaat bagi pertumbuhan rohani mereka.

“Tapi itu tidak menjadi sakramen,” jelasnya.

Pada 14 Mei, India memiliki lebih dari 78,000 kes sah dijangkiti coronavirus yang telah meragut nyawa lebih dari 2,500 orang di negara itu. --ucan

Total Comments:0

Name
Email
Comments