Mari dan tinggal di dalam Sabda Tuhan

Injil Yohanes yang disampaikan kepada kita hari ini memberi gambaran kepada kita, bagaimana Yesus membentuk atau mengadakan “formasi” dasar untuk kelompok muridmurid-Nya, yang akan dijadikan calon-calon untuk membentuk kedua belas rasul-Nya.

Jan 15, 2021

HARI MINGGU KEDUA MASA BIASA (TAHUN B)
SAMUEL 3:3B-10.19
1 KORINTUS 6:13C-15A.17-20 INJIL YOHANES 1:35-42

Injil Yohanes yang disampaikan kepada kita hari ini memberi gambaran kepada kita, bagaimana Yesus membentuk atau mengadakan “formasi” dasar untuk kelompok muridmurid-Nya, yang akan dijadikan calon-calon untuk membentuk kedua belas rasul-Nya.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh murid-murid-Nya itu juga dikenakan bagi semua orang yang ingin menjadi muridmurid-Nya, di mana pada sekarang ini, merupakan persekutuan kristiani yang disebut Gereja. Yohanes Pembaptis, dalam pembacaan Injil, pada waktu itu berada di tepi sungai Yordan, di mana dia membaptis orangorang yang datang kepadanya. Turut bersamanya pada ketika itu ialah dua orang muridnya. Ketika melihat Yesus melalui tempat itu, Yohanes berseru “Lihatlah Anak Domba Tuhan!”.

Mendengar seruan itu kedua muridnya itu meninggalkan Yohanes dan mengikuti Yesus. Dan ketika melihat kedua-dua murid Yohanes itu mengikutiNya, Yesus menoleh dan bertan ya kepada mereka, “Apakah yang kamu cari?” Jawaban mereka sangat mengejutkan, “Rabi (Guru), Engkau tinggal di mana?.” Yesus menyahut, “Marilah, dan kamu akan melihatnya.”

Maka mereka pergi bersama Yesus dan tiba di kediaman-Nya, lalu mereka tinggal hari itu bersama Dia. Peristiwa yang terjadi itu adalah suatu saat yang sangat menentukan bagi kehidupan kedua murid tersebut selanjutnya.

Mereka ingat pada jam berapa peristiwa itu berlangsung, iaitu sekitar jam empat petang. Menyediakan waktu untuk bertemu, lalu dekat dan berada dengan Yesus ternyata mutlak sangat perlu untuk mengenal Dia dan sungguh memahami dan melaksanakan apa yang Ia kehendaki dari murid-murid-Nya.

Hanya mengetahui bahawa Yesus ada, tetapi tidak mengenal dan mendengarkan sabda-Nya dan melaksanakannya, itu berati tidak mengenal Yesus.

Dalam bacaan kedua Paulus menunjukkan suatu syarat khu sus yang harus merupakan ciri khas murid Kristus, yakni kemurnian.

Di antara syarat lainnya, Paulus berkata, “Saudarasaudara, tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh ….Kerana itu muliakanlah Tuhan dengan tubuhmu”.

Apa yang dikatakan Paulus itu sekarang pun tetap aktual dan relevan, terutama di golongan kaum muda yang kini hidup di zaman, yang makin memungkinkan pelaksanaan aneka keinginan, terutama keinginan daging atau tubuh.

Untuk menjadi murid Kristus atau untuk hidup sebagai orang Kristian secara sungguh-sungguh bagi kita dewasa ini memang tidak mudah.

Sebenarnya hal kemurnian yang dimaksudkan Paulus sangat mendalam. Menurut pandangannya orang yang memiliki kemurnian ialah orang yang memiliki kasih yang sungguh-sungguh dan murni.

Kemurnian seksual seseorang kepada sesamanya menjadi tidak  murni, apabila orang yang dihadapinya dilihatnya hanya sebagai objek, sasaran, menjadi “sesuatu” hanya untuk memenuhi keinginannya.

Kita bertanya: Apakah hubungan antara ceritera Injil tentang dua murid Yohanes Pembaptis yang mengikuti Yesus dan surat Paulus kepada umat di Korintus tentang kemurnian?

Baik Injil Yohanes mahu pun surat Paulus yang kita dengar hari ini menyatakan, bahawa kemurnian merupakan suatu syarat hakiki atau fundamental untuk menjadi pengikut Kristus yang sejati.

Memang sebagai contoh, Paulus sesuai dengan keadaan zamannya di Korintus, berbicara tentang kemurnian di bidang seksualiti. Itu hanya contoh.

Tetapi dalam surat-surat lain ia juga berbicara tentang kemurnian di bidang-bidang kehidupan manusia lainnya.

Nah, dalam Injil hari ini Yohanes menunjukkan kepada kita, bahawa Yesus menghendaki agar sesiapa pun, yang ingin mengikuti Dia, harus sungguh murni atau benar kehendak dan tujuannya.

Maka ia harus sungguh mahu bertemu dan dekat dengan Dia, agar sungguh mengenal Dia. Mengenal Yesus bererti mengasihi Dia.

Tetapi mengasihi Dia dengan sungguh-sungguh bererti senantiasa bersedia melaksanakan kehendak-Nya. Yesus sungguh mengenal Petrus yang jujur dan sekaligus kekurangannya. — Iman Katolik

Total Comments:0

Name
Email
Comments