Menjadi “parakletos” pada era pandemik ini

Ketiga-tiga bacaan hari ini, baik Kisah Rasul, dan surat Petrus, mahupun Injil Yohanes mengatakan tentang hal Roh Kudus.

May 16, 2020

HARI MINGGU PASKAH KEENAM (A)
KISAH PARA RASUL 8:5-8.14-17
1 PETRUS 3:15-18
INJIL YOHANES 14:15-21

Ketiga-tiga bacaan hari ini, baik Kisah Rasul, dan surat Petrus, mahupun Injil Yohanes mengatakan tentang hal Roh Kudus.

Roh Kudus itu dalam Injil disebut dalam istilah Yunani “Parakletos”, atau dalam bahasa Indonesia dan Malaysia diterjemahkan dengan kata “Penolong” atau “Penghibur”.

Tiap kata terjemahan itu menekankan erti khusus masingmasing. Marilah dalam perayaan Ekaristi ini kita berusaha memahami makna istilah “Parakletos” itu bagi hidup kita sebagai umat beriman kristiani, yang sudah dibaptis dan telah menerima Roh Kudus.

Dalam Injil, kita mendengar Yesus bersabda: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku”. Dengan demikian ternyata bahawa hanya dengan taat kepada Yesus kita sungguh membuktikan balasan kasih kita kepada-Nya!

Kasih sejati bukanlah masalah perasaan atau emosi belaka, melainkan sungguh merupakan kewajiban moral, yang sungguh akan menentukan kadar dan mutu kesungguhan peribadi kita yang memiliki kasih murni!

Hidup kita masing-masing, yang mengenal dirinya sendiri secara jujur dan benar, dapat mengalami keadaan dirinya sendiri. Apakah  memiliki hubungan/relasi dalam keluarga, antara suami dan isteri, orang tua dan anak, antara sesama tetangga, antara rakan kerja dan masyarakat, antar para imam dan biarawan biarawati.

Bagi Yesus pun kasih-Nya kepada Bapa bukan masalah yang mudah. Kasih-Nya kepada Bapa-Nya hanya dapat dibuktikan-Nya dengan ketaatan kepada Bapa-Nya itu. Ternyata bagi setiap orang Kristian sejati, yang jujur dan “benar” (tulus, murni), mahu mengasihi dengan sungguh-sungguh bukanlah suatu masalah sembarangan dan memang tidak mudah dilaksanakan. Mengasihi dengan sungguhsungguh adalah suatu perjuangan.

Tetapi Yesus tidak membiarkan umat yang percaya kepada-Nya berjuang sendirian. Dia memberi kepastian akan memberikan seorang penolong, penghibur atau pendamping.

Seperti di bidang hukum ada seseorang yang disebut advokat (advocatus), iaitu seorang ahli hukum yang tampil sebagai penasihat atau pembela perkara di pengadilan, juga disebut peguam.

Nah, seorang peribadi semacam itulah yang akan diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, iaitu Roh Kebenaran, supaya Dia meny ertai kamu selama-lamanya” (Yoh 14:15). Yesus menyebut seorang Penolong yang lain. Siapakah Penolong satunya yang lain yang sudah ada? Tak lain tak bukan ialah Yesus sendiri.

Di samping diri-Nya sendiri, Yesus menjanjikan penolong lain. Apabila Dia nanti pergi, Dia tidak membiarkan murid-murid-Nya sendirian untuk selama-lamanya. Pelaksanaan perintah-Nya untuk saling mengasihi yang tidak mudah akan ditolong.

Dengan demikian sesudah Paskah, umat Tuhan iaitu Gereja tidak berada dan berbuat sendirian, baik dalam kegembiraan mahupun dalam kesukaran bahkan penderitaan dan penganiayaan, yang akan dialaminya.

Keadaan umat pada abad pertama ditolong dan dihibur oleh Roh Kudus seperti tercatat di dalam Kisah Rasul ini: “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus” (Kis 9:31). — Apakah kesimpulan yang dapat kita kutip daripada kehadiran dan peranan Roh Kudus yang dijanjikan Yesus sebagai Penolong dan Penghibur kita itu?

Pertama-tama kita diingatkan dan makin disedarkan akan kehadiran Roh Kudus dalam diri kita masing-masing, seperti dijanjikan dan dilaksanakan oleh Yesus Kristus.

Tetapi kita tidak boleh hanya bersyukur kepada Roh Kudus, yang menolong dan menghibur diri kita sendiri saja! Kita sendiri juga harus menjadi “parakletos”(Yunani), atau “paracletus” (Latin), iaitu menjadi penolong, penghibur bagi sesama kita!

Seperti kita ini adalah orang Kristian sejati harus menjadi “alter Christus”, “Kristus yang lain”, demikian juga kita yang telah menerima Roh Kudus harus menjadi “alter Paracletus”, “Penolong”, atau “Penghibur yang lain” !

Roh Kudus bukan hanya menolong dan menghibur kita saja, Dia juga membuat kita untuk selanjutnya menolong dan menghibur sesama kita.

Tuhan menghibur orang-orang yang menderita. Tetapi bukan hanya sejauh itu saja, melainkan agar orang yang telah dihibur oleh RohNya juga ikut mengibur orang lain. Tuhan menghibur kita, dan melalui kita

Tuhan menghibur sesama kita. Demikianlah, dapat dikatakan bahawa Roh Kudus juga memerlukan kita untuk tampil sebagai “Paracletus”, Penolong, Penghibur.

Betapa indahnya doa yang diucapkan St. Fransiskus ini: “Biarkanlah kami, ya Tuhan, bukan untuk dihibur, melainkan untuk menghibur. Bukan untuk dimengerti, melainkan untuk mahu mengerti. Bukan untuk dikasihi, melainkan untuk mengasihi”.

Siapakah sebenarnya bagi kita orang-orang yang disebut “Parakletos”, “Paracletus”, Penolong, Penghibur?

Mereka ialah orang-orang yang peka dan rela menolong atau menghibur siapapun yang menderita atau berada dalam situasi dan situasi hidup yang berat dan sungguh memerlukan kebaikan hati orang lain! -- Msgr. FX. Hadisumarta O.Carm, imankatolik

Total Comments:0

Name
Email
Comments