Menjadi wakil Yesus dan memikul salib-Nya

Yesus Kristus telah datang sebagai Penebus utusan Tuhan untuk menyelamatkan umat manusia. Dia telah melaksanakan tugas perutusan-Nya dengan setia sampai akhir.

Jun 26, 2020

HARI MINGGU BIASA KE-13
TAHUN A
2Raja 4:8-11,14-16a; Roma 6:3-4,8-11;
injil matius 10:37-42;

Injil Matius yang hari ini disampaikan kepada kita, iaitu Mat 10:37-42, adalah suatu bahagian dari Injil Matius Bab 10 seluruhnya, yang memberitakan peristiwa tentang Yesus yang mengutus murid-murid-Nya, dan disertai dengan gambaran tentang situasi dan keadaan masyarakat yang akan mereka hadapi. Sekaligus Yesus menyampaikan syaratsyarat mutlak, yang harus mereka penuhi agar dapat melaksanakan tugas panggilan mereka dengan baik.

Yesus Kristus telah datang sebagai Penebus utusan Tuhan  untuk menyelamatkan umat manusia.  Dia telah melaksanakan tugas perutusan-Nya dengan setia sampai akhir. Tetapi hasil karya penebusan-Nya itu, ketika Dia kembali kepada Bapa-Nya, harus ditentukan pelaksanaannya oleh segenap murid-Nya sepanjang segala zaman. Dalam Injil hari ini, Yesus secara singkat namun jelas serta tegas, telah menyampaikan syarat-syarat, yang harus dipenuhi oleh siapa pun, yang ingin menjadi murid-Nya yang sejati dalam melaksanakan perjalanan hidup dan tugas panggilannya.

Yesus menuntut agar setiap mu rid yang ingin mengikuti diri-Nya harus lebih mengasihi Dia dari pada orang tua atau bapa ibunya, putera-puterinya, bahkan nyawanya sendiri.

Tuntutan Yesus tersebut ternyata menimbulkan banyak reaksi atau tanggapan negatif daripada murid-muridNya. Misalnya Yohanes dalam Injil-Nya, yang bercerita tentang perintah-perintah Yesus, mencatat reaksi murid-murid-Nya ini: "Perkataan ini keras,siapakah yang sanggup mendengarkannya?" (Yoh 6:60).

Keberatan dan kesulitan yang dihadapi murid-murid Yesus tersebut sebenarnya bisa dimengerti. Bukankah kasih kepada orang tua, kepada anak-anak, dan kasih timbal balik isteri, ya bahkan kasih setiap orang kepada jiwa atau nyawanya sendiri justeru merupakan perintah utama, yang diajarkan Yesus kepada kita?

Namun dari segi lain, seperti juga ditegaskan oleh Yohanes dan injilnya, Tuhan  adalah kasih. Dan justeru dalam kasih-Nya itulah Yesus tidak mahu memaksa kasih-Nya kepada kita manusia ini. Sebab Tuhan  menghargai kebebasan kehendak manusia ciptaan-Nya itu. Dia lebih menawarkan kasih-Nya itu kepada kita. Demikianlah Tuhan  memberikan kesempatan kepada kita umatNya melalui Yesus Kristus, untuk setiap kali mengadakan suatu pemilihan, prioritas, dan keputusan.

Suatu pemilihan atau keutamaan itu sangat mendasar untuk menentukan hidup kita, baik untuk hidup kita sekarang ini mahupun untuk hidup kekal kelak.

Pemilihan atau keutamaan  manakah yang harus ditentukan? Iaitu memilih keinginan dan keterikatan akan kepentingan diri kita sendiri, atau lebih memilih  kesetiaan /ketaatan kepada perintah Kristus. Kebebasan kehendak di suatu pihak, dan ketaatan di lain pihak merupakan dua faktor di dalam kehidupan dan perbuatan setiap orang, yang harus diperhatikan, dilakukan, dan tanggung jawab yang dipikul kepada Tuhan.

Secara kongkrit, Yesus tidak akan secara automatik menjamin, bahawa tidak ada konflik atau pertentangan, baik dalam hubungan antara suami dan isteri, mahupun antara orang tua dan anak, atau antara sesama manusia dalam pergaulan dana pekerjaan dalam masyarakat.

Manusia sendirilah yang harus memutuskan. Tetapi kerelaan untuk setia, taat dan patuh kepada ajaran, pesan ataupun perintah Kristus harus selalu dipegang teguh. Sebab perintah-Nya itulah yang dapat menolong mengatasi konflik tersebut.

Ajaran Yesus bukan menentang keluarga sebagai keluarga, melainkan bahawa murid-murid Yesus harus mempunyai kesetiaan  yang lebih besar kepada Yesus daripada terhadap anggota keluarga mereka. Apabila adalah situasi dan situasi yang ekstrem, dan harus memilih antara Yesus dan keluarga, Yesus menuntut kesetiaan mutlak kepada diri-Nya.

Apa yang disampaikan Yesus kepada murid-murid-Nya itu disertai dengan teladan-Nya sendiri, iaitu dalam menghadapi salib. Ucapan-Nya tentang salib yang harus dipikul-Nya sendiri, dan tentang orang yang akan kehilan gan nyawanya kerana Dia, semua itu mencerminkan nasib Yesus sendiri sebagai teladan. Iaitu teladan ketaatan kepada Tuhan  yang Mahakasih.

Akhirnya pada akhir Injil Matius hari ini Yesus mengingatkan dan memberi hati kepada muridmurid-Nya. Ditegaskan-Nya bahawa murid-murid itu tampil sebagai wakil Kristus bila orang menerima mereka, bererti menerima Kristus.

Tetapi mereka itu sebenarnya bukan hanya menerima Kristus saja, melainkan juga menerima Bapa-Nya di syurga! Betapa besar anugerah Tuhan  yang diberikan kepada murid-murid Kristus, yang selalu taat, setia, setia  terhadap kehendak Tuhan , masing-masing dalam situasi dan keadaannya sendiri, menurut teladan Yesus Kristus Putera-Nya. — iman Katolik

Total Comments:0

Name
Email
Comments