Para Uskup janji tidak akan tutupi salah laku klerus

Para Uskup janji tidak akan tutupi salah laku klerus

Sep 14, 2018

MANILA: Di tengah-tengah laporan baru-baru ini tentang kes salah laku seksual yang dilakukan oleh beberapa orang paderi khususnya di Amerika Syarikat (AS), para pemimpin Gereja di Filipina berjanji untuk tidak bertoleransi akan bentuk kejahatan semacam itu.

Konferensi para Uskup Katolik Filipina (KWF) mengatakan “situasi menyedihkan” ini adalah kesempatan bagi mereka “untuk melihat kembali dan mengulas kembali” pedoman yang ada bagi melindungi kanak-kanak dan dewasa.

Dalam sebuah pernyataan pastoral yang dikeluarkan pada 31 Ogos, KWF mengatakan pedoman itu hendaknya diterapkan “dengan pertimbangan dan komitmen yang diperbaharui … dan bukan menutupi” kes-kes salah laku.

“Kepedihan semakin terasa dengan adanya laporan tentang usaha untuk menutupi salah laku dan kejahatan ini,” demikian bunyi pernyataan para uskup yang ditandatangani oleh Uskup Agung Davao, Msgr Romulo Valles, ketua KWF.

Pada bulan Julai lalu, para uskup di Filipina mengatakan mereka “berasa malu setelah mendengar kes salah laku yang dilakukan oleh beberapa pemimpin Gereja.”

Beberapa minggu sebelumnya, Uskup Agung Carlo Maria Vigano, mantan duta besar Vatikan untuk AS, mendakwa dalam sebuah dokumen setebal 11 halaman bahawa Paus Fransiskus mengabaikan laporan perbuatan salah salah seorang kardinal dari Amerika. Namun dakwaan Vigano ditepis oleh para pemimpin Gereja sebagai “langsung tidak berasas’ dan “mempunyai agenda tersembunyi”.

Sebelum dakwaan Vigano, Gereja Katolik digoncang oleh berita salah laku seksual di kalangan klerus yang terbongkar selepas laporan dewan juri di AS yang berisi butiran salah laku klerus terhadap kanak-kanak di beberapa keuskupan di Pennsylvania.

Ketika berkunjung ke Ireland ada 25- 26 Ogos lalu, Paus Fransiskus bertemu para mangsa penderaan seksual dan meminta umat Katolik untuk memaafkan Gereja atas kegagalannya dan Gereja membedung masalah itu.

“Kami mohon pengampunan jika kami tidak memperlihatkan kasih sayang kepada para mangsa penderaan seksual atau keadilan yang seharusnya mereka dapat dalam upaya mencari kebenaran,” kata Paus Fransiskus dalam sebuah acara doa.

Paus juga meminta “pengampunan bagi anggota hierarki Gereja yang tidak menjaga situasi ini dan tetap membisu.”

Para uskup di Filipina mengatakan laporan tentang salah laku seksual yang dilakukan oleh seorang kardinal di AS “menyebabkan kepedihan semakin mendalam.”

Mereka mengatakan kenyataan yang mengejutkan dari Uskup Agung Vigano “memberi banyak pertanyaan memilukan yang memerlukan jawaban secepatnya dan yang akan menuntun kita kepada kebenaran.”

Mereka sepakat untuk memastikan bahawa Gereja adalah lingkungan yang aman bagi semua umat Katolik, khususnya kanak-kanak.

Seruan pastoral KWF tentang pelayanan pastoral dan perlindungan kanak-kanak mengajak umat Katolik untuk berdoa dan berpuasa di tengah-tengah skandal salah laku seks.

“Situasi ini juga mengarahkan kita pada sesuatu yang penting. Ini mengingatkan kita agar berdoa kepada Tuhan,” ujar para Uskup. — cbcpnews

Total Comments:0

Name
Email
Comments