Sejarah bulir-bulir doa Rosario

Sejarah bulir-bulir doa Rosario

Jul 13, 2018

Soalan: Satu yang unik dalam Gereja Katolik adalah kekayaan iman berupa devosi melalui Doa Rosario. Devosi ini menjadi usaha Gereja untuk mengajak umat meneladan iman Bonda Maria. Gereja bahkan menetapkan bulan Mei dan Oktober sebagai Bulan Maria.

Berkaitan dengan jumlah bulir dalam Doa Rosario, yang menjadi kiraan pada jumlah Doa Salam Maria yang harus didoakan, konon jumlahnya pernah sebanyak 150. Mengapa pada ketika ini Doa Rosario hanya terdiri dari 50? Mohon pencerahan. — Stella

Jawaban: Sejak awal komuniti Kristian, sudah wujud tradisi doa dengan mengira bulir-bulir, sama ada dengan batu ataupun gumpalan tali. Ia adalah alat bantu bagi para pendoa mengingat doa-doa yang didaraskannya, hitungan dan urutannya.

Pada mulanya doa-doa yang didaraskan ialah doa Bapa Kami yang diulang-ulang. Pengulangan merupakan suatu proses pembatinan, peresapan makna akan kata-kata yang diucapkan. Bukan banyaknya kata, tetapi menghayatinya secara mendalam.

Dalam tradisi tersebut jumlah bulirbulir yang dipakai ada 150, mengikuti tradisi kerahiban yang mendaraskan 150 Mazmur. Mazmur sudah sejak awal dikenal sebagai doa Gereja, sehingga Kitab Mazmur menjadi buku doa.

Bagi mereka yang tidak berpendidikan, mereka mendaraskan doa Bapa Kam dan kemudian Salam Maria sebanyak 150 kali sebagai mengikuti doa pendarasan 150 Mazmur.

Namun, mengikut peredaran zaman, 150 bulir doa itu dibahagi menjadi tiga, masing-masing 50 Mazmur yang bererti 50 kali Bapa Kami atau Salam Maria.

Kemudian barulah Salam Maria didaraskan berulang kali sebagai peringatan akan Bonda Maria yang amat dekat dengan pengikut-pengikut Yesus dan sambil merenung peristiwa- peristiwa penting Yesus.

Devosi Maria, sebagai devosi popular umat Katolik, perlahan-lahan berkembang seiring dengan itu. Ia diberi nama Rosario, sebab dalam doa-doa beruntai secara berulang itu bagaikan untaian bunga mawar.

Ada pelbagai kisah tentang tokohtokoh pendoa Rosario yang tegar misalnya Santo Dominikus (abad ke-13), pendiri Ordo Pewarta (OP). Beliau dikenali sebagai Rasul Rosario. Santo Dominikus bukanlah orang pertama yang memulakan doa Rosario, kerana doa itu sudah lama ada. Dominikus giat menyebarkan doa Rosario selepas mendapat penampakan Bonda Maria yang berpesan untuk menyebar serta mengembangkan doa Rosario sebagai senjata melawan kesesatan.

Selain itu, kita mengenal pelbagai penampakan Bonda Maria seperti di Guadalupe (1531),Fatima (1917), dan Lourdes (1958) yang membawa umat untuk tekun berdoa Rosario.

Tidak jelas sejak bila pendarasan doa Salam Maria secara formal didoakan 50 kali. Abad 14-15 tradisi itu sudah sangat dikenal. Dengan mendaraskan 50 kali Salam Maria dalam tiga peristiwa (Gembira, Duka, dan Mulia), genaplah umat mendoakan 150 kali untaian Salam Maria berjumlah 150 Mazmur.

Peristiwa penting yang menyertai sejarah dan tradisi ini adalah kemenangan di Leponto, kawasan Siprus sekarang, dari serangan pasukan Ottoman pada tahun 1571.

Ketika itu, Paus Pius V menggerakkan seluruh umat untuk berdoa Rosario memohon kemenangan dalam pertempuran itu. Pada 7 Oktober 1571, Leponto berjaya dikuasai. Dari sinilah kita mengenal peringatan Maria sebagai Ratu Rosario yang dirayakans setiap 7 Oktober. Pada mulanya, rangkaian doa tersebut membantu umat mengenal misteri hidup Yesus bersama Maria. Ini kemudian berkembang menelusuri misteri hidup Yesus yang lain.

Kini kita mengenal empat peristiwa doa Rosario: Gembira, Terang, Duka, dan Mulia. Rosario adalah doa yang berpusat pada Kristus. Untaian doa Salam Maria membantu kita masuk ke dalam misteri hidup Yesus.

Di sini kita tentu perlu mengingat akan apa yang dikatakan Santo Yohanes Paulus II tahun 2002; dengan mendoakan Rosario, kita menapaki inti dasar Injil yang menyingkap misteri hidup Yesus dan karya penyelamatan- Nya. Rosario bukanlah soal hitungan angka 50 atau 150, dalam kaitan dengan hitungan 150 Mazmur.

Namun doa yang mengajak kita merenungkan misteri hidup Yesus. Kita berguru pada sekolah Maria: belajar menatap kemuliaan wajah Kristus dan mengalami kedalaman kasih-Nya.

Bagi Santo Yohanes Paulus, doa Rosario doa yang sederhana tetapi sangat mendalam dan berkuasa untuk kehidupan. — Fr Telephorus Krispurwana Cahyadi SJ

Total Comments:0

Name
Email
Comments