Semua yang dibaptis adalah misionari

Seorang Uskup yang menyertai sebuah kongres di Jakarta mengakui terdapat masalah atau cabaran besar dalam penyebaran agama Kristian di beberapa tempat

Aug 16, 2019

JAKARTA: Seorang Uskup yang menyertai sebuah kongres di Jakarta mengakui terdapat masalah atau cabaran besar dalam penyebaran agama Kristian di beberapa tempat di Indonesia meskipun kerajaan menyokong kebebasan beragama di republik itu.

“Meskipun di beberapa tempat terdapat isu Kristianisasi, tetapi kalau kita datang dengan ketulusan, bersenjatakan cinta kasih dan Injil dan berbuat keadilan sebanyakbanyaknya, saya pasti, Tuhan akan membuka fikiran dan hati orangorang, siapa pun juga, untuk mengakui bahawa yang hadir di sana bukan umat Katolik tetapi Tuhan yang menyapa mereka,” tegasnya.

Msgr Petrus Boddeng Timang Pr, Uskup Banjarmasin merupakan salah seorang Bapa Uskup yang menyertai Kongres Misi sebagai persiapan menyambut Bulan Misi Luar Biasa pada Oktober nanti.

Lebih 300 peserta terdiri daripada uskup, imam, biarawati dan umat awam dari 37 keuskupan di Indonesia menghadiri program yang diadakan pada 1-4 Ogos di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta.

Diselenggarakan oleh Komisi Karya Misionari Para Uskup Indonesia (KKM-KWI) dan Karya Kepausan Indonesia (KKI) dengan tema “Dibaptis dan Diutus: Menginjili Dunia,” program itu diisi dengan pelbagai kegiatan antara lain ceramah, perkongsian dan tanyajawab.

Fr Markus Nurwidi Pranoto, setiausaha eksekutif KKM-KWI dan direktur KKI, mengatakan program itu dianjurkan untuk menyambut Bulan Misi Luar Biasa seperti yang diumumkan oleh Sri Paus Fransiskus sempena peringatan ke-100 Surat Apostolik Maximum Illud tentang Pewartaan Iman oleh Sri Paus Benediktus XV pada 30 November 1919.

Tema global Bulan Misi Luar Biasa, “Baptized and Sent: The Church of Christ on Mission in the World.”

“Bulan Misi bukan sekadar perayaan semata-mata tetapi untuk menyedari, membangkitkan kembali akan semangat dan jiwa misionari,” Fr Romo Nurwidi kepada ucanews.com pada 4 Ogos lalu.

Di Indonesia, tema itu diperkemas atau dirumuskan lagi menjadi ‘Dibaptis dan Diutus: Menginjili Dunia’ bagi menyedarkan semua umat yang dibaptis adalah misionaris, bahawa melalui pembaptisan mereka mendapat amanat perutusan untuk mewartakan Kristus ke setiap makhluk, setiap orang,” lanjutnya.

Semasa Misa penutupan, ketua KKM-KWI, Uskup Palangkaraya Msgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka MSF mengatakan meskipun Kongres Misi telah berakhir namun masih ada tindakan lanjut yang perlu dilaksanakan secara peribadi mahupun bersamasama.

“Dengan adanya Kongres Misi inilah saya yakin kita akan semakin dapat membuat kongres ini akan berkembang, mengadakan tindakan susulan yang membuahkan hasil,” kata prelatus itu.

“Kalau ada kesan yang luar biasa … saya mengatakan yang kita perhatikan bukan kongres yang hebat … tetapi apa yang dibuat kelak, buahbuahnya nanti apakah ada atau tidak?” katanya, seraya menambah bahawa beliau akan melakukan evaluasi berkaitan pelbagai tindakan konkrit pada Oktober nanti.

Salomina Oktavina Gobay dari Paroki Katedral Kristus Raja di Jayapura bertekad akan terlibat secara aktif dalam beberapa program pendampingan untuk Serikat Karya Anak-Remaja Misionari (Sekami) dan Orang Muda Katolik (OMK setempat. “Kami akan melakukan pendekatan untuk tetap merangkul mereka untuk tetap menjadi orang yang terus bermisi,” katanya.

Menurut Salomina, melakukan karya misi di Papua sangat penting mengingat sejarah Gereja Katolik lokal berasal dari para misionari. --ucanews.com

Total Comments:0

Name
Email
Comments