RENUNGAN HARI MINGGU HARI MINGGU BIASA KE-21YOS 24:1-2A, 15-17, 18B EFESUS 5:21-32 YOH 6:60-69Bacaan Injil pada hari ini (Yoh 6:60-69) merupakan lanjutan dari bacaan minggu lalu (Yoh 6:51-58).
Kelihatan seperti ada krisis di tengah umat Rasul Yohanes sehubungan dengan ucapan Yesus. Yesus menyebut Diri ‘Roti yang turun dari Surga’ dan mengajak orang memakan Tubuh-Nya.
Keraguan bercampur kemarahan orang ramai disulitkankan lagi dengan ucapan lanjutan Yesus yang menyebut diri-Nya Anak Manusia yang akan “naik ke tempat di mana Dia sebelumnya berada” (Yoh 6:62).
Bukankah itu sudah keterlaluan dan patut disebut penghinaan? Kerana ucapan itu “banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia” (Yoh 6:66).
Petrus peribadi yang luar biasa, atas nama teman-temannya, menegaskan kesetiaan kepada Yesus dan dengan lantang berseru “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal” (Yoh 6:68).
Pengakuan di atas mewakili pernyataan setiap insan beriman. Umat Tuhan Perjanjian Lama dalam bacaan pertama (Yos 24:1- 2.15-18) menyedari bahawa mereka dibebaskan dari perhambaan di Mesir dan kemudian mendapatkan tanah air kerana kasih Tuhan yang membebaskan.
Mereka memilih untuk menerima rencana Yahweh sebagai tujuan hidup dan dengan setia berbakti kepada-Nya. “Kamipun akan beribadah kepada Tuhan sebab Dialah Tuhan kita. Dan firman-Nya akan kami dengarkan” (Yos 24:18.24).
Kesetiaan Tuhan kepada manusia yang dikasihi-Nya secara paling nyata diperlihatkan Kristus dalam cinta-Nya kepada Gereja. Kasih Kristus kepada umat dan kesatuan antara Kristus dan umat- Nya hendaknya menjadi contoh, bentuk dan tergambarkan dalam kasih dan kesatuan suami isteri (Ef 5:21-32).
Pilih-memilih sudah merupakan sebahagian dari hidup sehari-hari kita. Kalau saat ini kita hadir di gereja untuk Misa, kita tidak dapat pada waktu yang sama menikmati tayangan TV di rumah atau berseronok ke pusat membeli belah.
Bila anda sedang menonton siaran pertandingan bola sepak di salah satu saluran TV, tidak mungkin pada waktu yang sama menikmati siaran info-tainment yang disiarkan di saluran TV lain. Begitulah juga kehidupan beriman.
Apa yang kita harapkan dari Tuhan ketika kita mulai percaya? Apakah kita mau supaya keputusan- Nya selalu menyenangkan kita? Supaya apa saja yang kita minta dikabulkan-Nya? Atau adakah kita mau menyenangkan hati-Nya, melayani-Nya, dan dengan setia melaksanakan kehendak- Nya dan menjalankan perintahperintah- Nya?
Pertanyaan lebih jauh; Mengapa saya memilih Gereja Katolik sebagai Gereja saya? Mengapa saya bertahan dalam Gereja Katolik? Padahal saya tahu baik dalam hal organisasi maupun dari segi para pelayannya terdapat banyak kekurangan, mungkin juga kesalahan dan dosa?
Beragama atau lebih tepat beriman bukanlah sekadar sederetan pengetahuan tentang Tuhan atau ketaatan kepada sejumlah perintah- Nya. Bukan juga sekadar bergabung sekumpulan orang yang cara berdoanya sama.
Beriman bererti mempercayakan diri kepada Tuhan yang menyatakan diri kepada manusia dalam Yesus Kristus. Tuhan itu memberikan diri kepada kita dan turut merasakan hidup insani kita. Dia memberikan diri kepada manusia sebagai makanan supaya kita hidup oleh dan dalam Dia. Itulah justru yang sulit diterima manusia zaman Yesus maupun masa sekarang ini. Bagaimana mungkin Tuhan yang Agung, Kudus, dan Kuasa merendahkan diri sedemikian untuk melayani manusia sampai wafat di salib untuk memberikan kehidupan kepada dunia?
Suatu batu loncatan besar yang tidak dapat diterima banyak orang. Maka banyak yang mengundurkan diri. Beriman bererti mempercayakan diri kepada Yesus dan menjadikan cita-cita-Nya sebagai tujuan hidup kita.
Beriman adalah suatu tindakan pemilihan tanpa akhir, mengikuti atau meninggalkan Yesus, bersama Dia atau menolak Dia.
Apabila berhadapan dengan Tuhan dan Yesus, orang tidak boleh bersikap neutral, harus ada pilihan. “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan berdoa” (Yos 24:15), “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” (Yoh 6:67). Tinggal bersama atau meninggalkan Yesus?
Bersyukurlah kerana Tuhan memanggil anda untuk beriman kepada-Nya dalam diri Yesus Kristus utusan-Nya melalui Gereja Katolik.
Syukuri pula kesetiaan anda dalam hidup berkeluarga, dalam panggilan hidup, kerana Tuhan selalu setia kepada anda. Anda memang belum sempurna; Gereja anda juga masih banyak kekurangannya.
Bersyukurlah kerana dalam perjuangan jatuh bangun menuju kesempurnaan itu Tuhan hadir, Dia hadir saat ini dalam Ekaristi untuk anda!
— Paderi Valentine Gompok OFM Cap