Tuhan adalah terang, di dalam Dia tidak ada kegelapan!

Dikisahkan dalam Injil Markus 1:7-11 peristiwa Yesus menerima pembaptisan. Peristiwa ini juga dikisahkan oleh Matius (Mat 3:13-17) dan Lukas (Luk 3:21-22) dengan penekanan yang berbeza-beza.

Jan 09, 2021

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN (TAHUN B)
YesaYa 55:1-11 1 Yohanes 5: 1-9 markus 1: 7-11

Dikisahkan dalam Injil Markus 1:7-11 peristiwa Yesus menerima pembaptisan. Peristiwa ini juga dikisahkan oleh Matius (Mat 3:13-17) dan Lukas (Luk 3:21-22) dengan penekanan yang berbeza-beza. Secara tidak langsung juga Injil Yohanes (Yoh 1:32-34) merujuk pada peristiwa itu.

Seperti orang ramai yang lain, Yesus datang mengikuti seruan Yohanes Pembaptis untuk dibaptis sebagai tanda bertaubat, sebagai tanda menyatakan diri mahu menjauhi hal-hal yang menghalang kehadiran Yang Ilahi sendiri.

Dalam baptisan itu terjadi sesuatu yang khas pada Yesus. Inilah yang disampaikan Injil. Khusus bagi perayaan tahun ini, baiklah Injil Markus dibaca dengan latar kedua bacaan yang mendahuluinya, yakni Yes 55:111.

Dari bacaan pertama (Yes 55:1-11) kita dengar mengenai Tuhan yang memperhatikan umatNya yang kehausan di tengah jalan. Air, penyangga hidup, diberikan dengan percuma, tiada  dikenakan bayaran, sebagai rahmat supaya mereka dapat pulang dari pembuangan.

Pemberian sederhana ini baru permulaan. Kebaikan lain dijanjikan: makanan, tempat tinggal, keperluan hidup, dan baru setelah itu hal-hal yang menyangkut hidup rohani: kehidupan agama ("Perjanjian"), pertaubatan, kemampuan mendengar sabda ilahi.

Air yang dipakai dalam baptisan di Yordan mengingatkan betapa dekatnya Tuhan kepada umat yang mau datang kembali. Pembaptisan yang dijalankan Yohanes menjadi ungkapan manusia mau mendekat kembali kepada-Nya. Namun demikian, disedari pula betapa kehidupan umat mudah mengering.

Yohanes Pembaptis bukan sebarang tokoh. Dalam ingatan orang, dia itu orang suci yang mempesona.

Orang-orang datang kepadanya meminta nasihat, mencari kejernihan batin di tempat ia tinggal, yaitu di padang gurun yang kersang. Di situ ia mencurahkan air pertaubatan dalam  kehidupan yang mulai mengering.

Mereka datang kepadanya minta dibaptis (ay. 4-5) agar siap mendapat pengampunan dosa. Dalam gambaran orang, Yohanes itu seorang nabi (ay. 6) dan utusan Tuhan yang datang "mendahului" dan "mempersiapkan jalan" bagiNya (ay. 2b; hasil paduan Kel 23:20 dan Mal 3:1). Dia adalah orang yang berseruseru di padang gurun, tempat kersang, meminta agar dipersiapkan jalan bagi Tuhan yang mendatangi umatNya.

Tetapi tokoh yang sedemikian besar ini mengaku, dirinya hanya pewarta kedatangan dia yang lebih berkuasa (ay. 7). Seperti dicatat Markus, tampillah tokoh yang diwartakan Yohanes. Anehnya, dia tidak seperti yang dikatakan Yohanes, yang membaptis orang dengan Roh Kudus, malah minta dibaptis oleh Yohanes!

Dan segera sesudah ia dibaptis, Yesus dikatakan melihat langit terbelah, Roh Kudus turun, dan terdengar suara yang mengatakan kepada-Nya bahawa Dia  1Putera terkasih yang mendapat perkenan dari atas.

Bila dibaca dalam konteks peristiwa pembaptisan orang banyak oleh Yohanes, peristiwa pembaptisan Yesus ini memperlihatkan datangnya kekuatankekuatan ilahi bersama sang Putera terkasih untuk menyertai perjalanan umat yang telah menyatakan kesediaan untuk berganti haluan tadi.

Yesus datang seperti orang ramai untuk menerima baptisan taubat. Bukan hanya kesediaannya memberi ruang gerak bagi Roh Tuhan menjadi nyata, melainkan juga kehadiran kekuatan ilahi sendiri.

Kemahuannya berbahagi kehidupan dengan orang banyak, kesediaannya ikut merasakan kegelisahan dan kerisauan orang  banyak dalam menantikan kedatangan yang dijanjikan, itulah yang membuatnya dipenuhi Roh, yang menjadikannya orang yang amat dekat dengan Yang Ilahi sendiri dan diserahi tugas menghadirkan-Nya kepada siapa saja.

Keterbukaannya untuk berbagi keprihatinan dengan orang banyak menjadi jalan bagi Yang Ilahi untuk hadir di tengah-tengah manusia. Yang Maha Kuasa tidak meninggalkan kemanusiaan yang gelisah, yang menderita, yang mengalami kesusahan.

Sekarang ini juga Yang Ilahi masih bisa hadir menghibur dan menolong yang menderita lewat kesediaan orang-orang yang mempedulikan keadaan mereka. — santapan rohani

Total Comments:0

Name
Email
Comments