Uskup Brunei jelaskan makna devosi Hati Kudus kepada umat KK

Hati Kudus Yesus adalah sebuah devosi rohani kepada hati Yesus yang menjadi lambang cinta ilahi kepada umat manusia.

Jul 12, 2019

KOTA KINABALU: Hati Kudus Yesus adalah sebuah devosi rohani kepada hati Yesus yang menjadi lambang cinta ilahi kepada umat manusia.

Sempena Hari Paroki Katedral Hati Kudus, umat di paroki itu khususnya para devosan Hati Kudus Yesus, memperkayakan dan memperdalamkan pemahaman mereka akan devosi terhadap Hati Kudus Yesus sebagai persiapan Hari Paroki mereka.

Selama tiga malam berturut-turut, 300 umat telah hadir untuk mendengar sesi yang disampaikan oleh Uskup Cornelius Sim dari Vikariat Brunei.

Pada sesi malam terakhir, prelatus itu memberitahu para peserta bahawa beliau gembira melihat kehadiran para umat yang amat menggalakkan serta berharap apa yang mereka perolehi dalam sesi-sesi sepanjang tiga malam tersebut dapat memperkukuhkan kepercayaan dan kasih mereka terhadap Tuhan.

Uskup Sim menerangkan bahawa devosi ini menekankan pada konsep inti Kristian tentang mencintai dan memuja Yesus. Devosi in berasal daripada rohaniwati Katolik, Marguerite Marie Alacoque, yang mengetahui devosi ini daripada Yesus sendiri dalam suatu penglihatan

Yesus Kristus telah memilih Santa Marguerite sebagai penyebar devosi Hati Kudus dan melalui dia, devosi ini kemudiannya berkembang menjadi Pesta Hati Kudus Yesus.

Perayaan Hati Kudus Yesus telah menjadi sebuah upacara penting dalam kalender liturgi Katolik Romawi semenjak tahun 1856, dan dirayakan 19 hari setelah Pentakosta. Sebagaimana Pentakosta selalu dirayakan pada hari Minggu, pesta perayaan Hati Kudus Yesus pula selalu jatuh pada hari Jumaat.

Pada sesi malam pertama, Uskup Sim menerangkan bagaimana Hati Kudus Yesus menjangkau semua umat, yang mahu setiap orang mendekati Tuhan dan tertarik kepada Tuhan.

Pada sesi malam kedua, Uskup Sim menerangkan empat makna penting lambang yang ada pada imej Hati Kudus seperti yang dilihat oleh Santa Margaret Mary iaitu api, luka, duri di sekeliling hati dan salib.

Menurut Uskup Sim, api melambangkan kehangatan, kuasa dan tenaga hebat Kristus dalam menarik para pengikut-Nya, seperti yang dialami oleh para rasul pada hari Pentakosta, manakala lambang luka pula mengingatkan luka pada lambung Yesus yang mengeluarkan darah dan air, lambang kepada Sakramen Pembaptisan serta Ekaristi.

Manakala duri yang mengelilingi imej Hati Yesus menandakan dosa-dosa kita, di mana setiap kali kita berdosa, duri itu mencucuk Hati Kudus Yesus.

“Setiap dosa adalah lambang ketidak setiaan dan penolakan kia terhadap rencana Tuhan. Untuk meringankan derita Hati Yesus, kita haruslah menghindari dosa serta mengajak sesama untuk meninggalkan cara hidup lama dan bertobat terus menerus,” kata Uskup Sim.

Pada sesi malam terakhir, Uskup Sim mengajak para devosan untuk sentiasa mengamalkan empat perkara berikut iaitu sentiasa menerima Komuni Kudus; menghadiri Misa Jumaat pertama sembilan kali berturut-turut; menghadiri Saat Teduh pada malam Khamis untuk devosi kepada Hati Kudus dan merayakan liturgi Pesta Hati Kudus.

Total Comments:0

Name
Email
Comments