Yesus Sang Kebijaksanaan: Pimpinlah kami

Kata-kata Yesus itu juga ditujukan kepada kita sekarang ini juga. Bila ingin tetap menjadi murid-Nya, marilah kita memperbaharui pilihan kita!

Sep 06, 2019

HARI MINGGU BIASA
KE-23 TAHUN C
KEBIJAKSANAAN SALOMO 9:13-18
FILEMON 9B-10.12-17
INJIL LUKAS 14:25-33

Injil Lukas pada hari ini mengemukakan syarat-syarat yang harus dipenuhi setiap orang, apabila sungguh-sungguh mahu menjadi murid-Nya sejati. Syarat itu ada yang disebut langsung secara jelas, ada pula yang disampaikan melalui perumpamaan. Syarat mutlak menjadi murid Yesus sejati ada empat iaitu:

1.Jangan terikat mutlak kepada keluarga (ay.26)
2.Harta/milik (ay.33)
3.Bersedia menanggung penganiayaan dan penderitaan (ay.27)
4.Sikap dan keputusan tindakan realistik menghadapi kesulitan dan tuntutan (ay.28-32).

Pertanyaan Yesus yang harus dijawab setiap orang, bila ingin mengikuti-Nya atau menjadi murid-Nya ialah: Sudah pastikah kamu memutuskan mahu mengikuti Aku? Apakah nilai atau harga “menjadi murid-Ku” itu lebih tinggi/ mahal daripada kemampuan dan kesediaanmu untuk membayarnya? Bagi siapapun, kaya atau miskin, orang besar atau orang kecil, kedudukan mahupun tugas, semua orang harus mengambil keputusan prinsipal yang sama!

Mampu, sanggup dan sungguh makukah aku membayar “harga” setinggi itu? Pengalaman menunjukkan, bahawa pada awalnya kita penuh semangat, ghairah, gembira. Namun..., sanggupkah kita tetap memiliki kesanggupan untuk tetap gigih dan tekun sanggup membayar harga “kemuridan Yesus” itu untuk juga sungguh menghayatinya?

Dalam perumpamaan itu, baik si orang yang mahu membangun menara, mahupun si raja yang mahu berperang, harus membuat perhitungan dan memperhitungkan risiko sebelum mengambil keputusan difinitif. Murid Yesus harus tahu, bahawa mengikuti Dia menuntut suatu kesetiaan kepada- Nya, yang harus selalu diberi keutamaan. Pada dasarnya, mahu menerima peribadi Yesus bererti bersedia memanggul salib-Nya juga! Apa ertinya semua itu untuk keberadaan, hidup dan pekerjaan kita sebagai murid Yesus, sebagai orang Kristian, Katolik, yang sudah dibaptis?

Kita hidup di tengah masyarakat dengan pelbagai keadaan, cabaran, tuntutan, seperti kedudukan, gelaran, populariti, wang, kekayaan, kenikmatan, tetapi juga ada pertentangan, perjuangan saling bersaing, kemiskinan, ketidakadilan.

Nah, di tengah-tengah situasi dan kondisi itulah setiap orang dipanggil untuk memilih ajaran dan sikap Kristus, untuk mengambil keputusan dan menentukan sikap hidup dan perbuatan kita. Inilah cabaran besar bagi kita semua! Bagaimana kerapkali yang kita lakukan? Kita kerapkali bukan mengambil keputusan dengan pilihan atas salah satu, melainkan atas beberapa hal sekaligus.

Sikap ini menimbulkan bahaya, kita menjadi peribadi yang tidak memiliki pendirian sendiri, menjadi oportunis, mudah terpengaruh, condong mencari apa yang memuaskan, bukan apa yang benar dan sesuai dengan ajaran dan sikap Yesus. Kita menjadi orang beriman Kristian tetapi dengan perhitungan, beriman separuh atau bukan sepenuh hati, mahu beriman tetapi tidak berani menghadapi akibat sikap dan tindakan menurut iman yang dianutnya.

Terutama untuk kaum muda sangat penting untuk dididik dan diajak mengambil putusan dan pilihan secara benar dan secara benar! Mengapa? Kerana kebahagiaan sejati bukan bersikap sementara, melainkan menetap dan tahan lama. Sebab kebahagiaan hanya kita capai apabila kita mencapai apa yang kita lakukan dengan segenap komitmen, usaha, keteguhan mengikuti dan menghayati sikap, hidup dan perbuatan Yesus.

Kebahagiaan hanya diperoleh apabila sungguh berjerih payah memenuhi pilihan dan putusan kita, untuk hidup mengikuti Yesus atau menjadi murid-Nya yang sejati. Itu bererti, apabila kita sanggup menghadapi cabaran hidup yang tidak mudah, yang berat, yang memerlukan keberanian sikap peribadi yang utuh, bukan peluang, atau hanya memilih yang mudah, enak, ringan dan menyenangkan melulu. Kedewasaan Kristian sejati ialah kemampuan dan keberanian mengambil putusan dan pilihan yang benar serta dibuktikan secara nyata hidup menurut ajaran Kristus.

Di tengah-tengah situasi dan keadaan hidup di dalam masyarakat mana pun, Yesus bersabda: Ambillah keputusan! Yesus mengundang kita menjadi murid-Nya yang autentik.

Apa syarat dan tuntutan yang harus dipenuhi pengikut Yesus sejati/autentik? Dalam Injil Lukas Yesus menegaskan, bahawa Dia tidak menghendaki kompromi. Yesus menuntut komitmen seluruh peribadi murid-Nya. Meninggalkan kelekatan atau keterikatan mutlak akan masa lampau, tuntutan keluarga, milik material (Luk 9:57-62; 14:26-33).

Kesediaan memikul salib, yang pelbagai macam bentuknya, diungkapkan oleh Yesus dengan sangat tegas: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan dia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudarasaudaranya, lelaki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, dia tidak dapat menjadi murid-Ku" (Luk 14:26).

Kata-kata Yesus itu juga ditujukan kepada kita sekarang ini juga. Bila ingin tetap menjadi murid-Nya, marilah kita memperbaharui pilihan kita! — santapanrohani. dioceseofkeningau.net

Total Comments:0

Name
Email
Comments