Bapa Suci setuju tambah tujuh sebutan baharu untuk litani Sto Yosef

Pada 1 Mei, Kongregasi Vatikan untuk Ibadah Ilahi dan Tata Tertib Sakramen memperkenalkan tujuh sebutan baharu dalam litani menghormati Santo Yosef.

May 07, 2021

VATIKAN: Pada 1 Mei, Kongregasi Vatikan  untuk Ibadah Ilahi dan Tata Tertib Sakramen  memperkenalkan tujuh sebutan baharu dalam  litani menghormati Santo Yosef. Inisiatif itu  tercetus dalam Tahun Santo Yosef yang diumumkan Sri Paus Fransiskus untuk dirayakan dari 8 Disember 2020 hingga 8 Disember  2021.

Dalam sepucuk surat kepada presiden konferensi-konferensi para uskup di seluruh dunia, Setiausaha Kongregasi itu, Uskup Agung  Arthur Roche, dan Wakil Setiausaha, Father  Corrado Maggioni SMM, menjelaskan alasan penambahan tersebut.

“Sempena 150 tahun pernyataan Santo  Yosef sebagai Pelindung Gereja Universal,  Bapa Suci Fransiskus, menerbitkan Surat  Apostolik Patris corde, dengan tujuan ‘untuk meningkatkan cinta kita kepada Sto  Yosef, orang kudus yang agung ini, untuk  mendorong kita memohon perantaraannya  dan untuk meneladani kebajikan dan semangatnya. 

Maka tepatlah memperbaharui Litani untuk menghormati Santo Yosef, yang dipersetujui Takhta Apostolik tahun 1909, dengan  mengintegrasikan tujuh sebutan baru yang  diambil dari intervensi para Sri Paus setelah  merenungkan aspek-aspek ketokohan Pelindung Gereja Universal itu.”

Kongregasi itu menyampaikan sebutansebutan baru itu kepada Sri Paus Fransiskus,  yang menyetujui integrasi mereka ke dalam  Litani Santo Yosef.

Sebutan-sebutan baharu yang aslinya  berbahasa Latin itu adalah sebagai berikut:  Custos Redemptoris, Serve Christi, Minister  salutis, Fulcimen in hardatibus, Patrone exsulum, Patrone afflictorum, Patrone pauperum. Ini dapat diterjemahkan sebagai: Penjaga Sang Penebus, Hamba Kristus, Pelayanan  keselamatan, Penyokong dalam kesulitan,  Pelindung orang buangan, Pelindung orang  yang menderita, dan Pelindung orang miskin.

Dengan tambahan ini, sebutan dalam Litani kepada Santo Yosef sekarang meningkat  menjadi 31.

“Tanggung jawab Konferensi-Konferensi  para uskup untuk memastikan penterjemahan dan penerbitan Litani itu dalam bahasabahasa yang tempatan, terjemahan ini tidak  memerlukan pengesahan Takhta Apostolik,  kata kongregasi itu, yang juga mengizinkan  konferensi-konferensi para uskup untuk menambah sebutan-sebutan lain, yang menghormati Santo Yosef di negara-negara mereka.  “Penambahan seperti itu,” katanya, “harus  dimasukkan di tempat yang tepat dan melestarikan genre sastera Litani itu.” — media  Vatikan

Total Comments:0

Name
Email
Comments