Bengkel penulisan dan asas fotografi kukuhkan jaringan penulis Katolik

Para penulis atau komunikator Katolik perlu memberi perhatian dan berusaha memerangi situasi di mana beberapa media “menjadi tempat bagi racun, ujaran kebencian, dan berita palsu,” kata Sdra Peter Zeter, seorang penulis dan pengamal media kepada 60 orang karyawan media di Paroki Katedral St Francis Xavier pada 6 Ogos 2022.

Aug 12, 2022


KENINGAU: Para penulis atau komunikator Katolik perlu memberi perhatian dan berusaha memerangi situasi di mana beberapa media “menjadi tempat bagi racun, ujaran kebencian, dan berita palsu,” kata Sdra Peter Zeter, seorang penulis dan pengamal media kepada 60 orang karyawan media di Paroki Katedral St Francis Xavier pada 6 Ogos 2022.

Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Keningau menganjurkan Bengkel Sehari Penulisan Dan Asas Fotografi bagi para mereka yang berminat untuk menjadi penulis dan fotojurnalis.

Dengan tema, Penulis Katolik: Jaringan Untuk Komunikasi, Persekutuan dan Misi, Sdra Didiroy Joneh (Didi), Pengerusi KOMSOS Keuskupan Keningau mengatakan, bengkel terakhir untuk merekrut penulis-penulis Katolik ialah pada empat atau lima tahun lalu.

“Bengkel kali ini menjemput wakil-wakil dari setiap Zon di Paroki KSFX. Bengkel ini bermatlamat untuk mewujudkan jaringan para penulis demi membangun Gereja serta terus menerus menyampaikan maklumat tentang Keuskupan dan juga dunia.”

Para penyampai radio online Keuskupan Keningau, KekitaanFM, khususnya para DJ baharu, turut menyertai bengkel yang dikendalikan oleh Sdra Peter Zeter dan Sdri Liza Magnus dari Mingguan Katolik HERALD.

Sesi bengkel dimulakan dengan upacara Pentakhtaan Alkitab dan renungan yang disampaikan oleh Sr Maria FSIC.

Kemudian dalam sesi ‘Ice Breaker’, DJ Kunang ‘memecahkan’ rasa segan di antara peserta dengan permainan yang singkat tetapi lucu serta menarik.

Sdri Liza yang mengendalikan “Asas dan Teknik Penulisan” membantu para peserta menjadi kreatif dan membuang sikap negatif dalam diri mereka yang menghalang mereka menjadi penulis yang aktif.

“Ramai di antara kita yang memikirkan acara atau pesta di peringkat Paroki dan Keuskupan sahaja yang perlu dilaporkan.

Kita lupa, di peringkat kecil, misalnya program di peringkat Komuniti Kristian Dasar (KKD), chapel atau zon, tidak dilaporkan atau diabaikan. Padahal, berita-berita dari tempat ini mempunyai kepentingan untuk disiarkan. Ia mungkin memberikan inspirasi yang diperlukan kepada orang lain,” kata Liza yang telah 16 tahun melayani di Mingguan Katolik HERALD.

Salah seorang peserta, Bernadine Sebastian dari Zon Apin-Apin mengongsikan, “Sebenarnya, saya menggantikan rakan saya yang tidak dapat datang ke bengkel ini. Kehadiran saya sangat berbaloi. Saya terinspirasi dengan kata-kata para penceramah yang mendorong para peserta untuk menjadi ‘Influencer Rohani’.

“Saya dapati, menulis bukanlah sukar cuma ia memerlukan sedikit ketabahan dan kreativiti.

“Selepas bengkel ini, saya semakin bersemangat untuk menjadi pengamal media yang menyebarkan kasih Tuhan dan menjadi ejen damai bila terdapat ujaran kebencian di media-media sosial!” ujar Bernadine.

Peserta lain, Caroline Liew, Andreas Minjun dan Pettronellah Pedrus mengatakan, bengkel penulisan seperti itu adalah penting memandangkan situasi dunia yang semakin berubah dan mencabar, maka para penulis Katolik diperlukan bagi menyebarkan berita benar serta meningkatkan moral dan iman umat.

Didi yang juga Pengerusi KOMSOS bagi Paroki KSFX dan Studio Manager Kekitaan FM, mengatakan melalui dua latihan amali dalam bengkel itu, para peserta terbuka minda akan pelbagai isu yang sedang berlaku di sekitar mereka misalnya proses sinodal, pemahaman tentang visi dan misi Keuskupan Keningau, isu-isu sosial seperti alam sekitar, keluarga, pengislaman dan sebagainya.

Total Comments:0

Name
Email
Comments