Bergerak ke tengah-tengah ‘serigala’ dengan senjata perdamaian

Yesus mengutus tujuh puluh (dua) murid ke seluruh jurusan untuk mempersiapkan kedatangan-Nya ke daerah- daerah dan tempat-tempat, yang akan dikunjungi-Nya.

Jul 01, 2022


HARI MINGGU BIASA KE-14 TAHUN C
YESAYA 66:10-14C
GALATIA 6:14-18
LUKas 10:1-12,17-20

Yesus mengutus tujuh puluh (dua) murid ke seluruh jurusan untuk mempersiapkan kedatangan-Nya ke daerah- daerah dan tempat-tempat, yang akan dikunjungi-Nya.

Mereka itu adalah utusan. Yesus Kristus sendirilah yang akan datang sebagai Raja untuk mendirikan Kerajaan-Nya.
Kerajaan Tuhan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan karya Tuhan. Manusia hanyalah bertugas sebagai penolong. Namun dihargai dan diminta oleh Tuhan sendiri melalui Yesus. Dan semua orang harus ikut mengambil bahagian dalam mendirikan Kerajaan-Nya itu.

Dalam melaksanakan perutusan-Nya sebagai Mesias,Yesus ternyata memerlukan bantuan manusia.

Dan Dia mahu ramai pembantu! “Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit!” Ternyata fungsi manusia begitu dihargai Tuhan, sehingga Yesus minta dan memanggil kita manusia seramai mungkin sebagai pekerja-pekerja ke tuaian itu.
Sebenarnya kita masih kekurangan paderi dan petugas Gereja.

Doa mohon panggilan untuk ikut mengambil bahagian dalam karya keselamatan manusia adalah sungguh keinginan Yesus sendiri, yang harus disahut secara serius!

Dan menurut Injil, tugas yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya terdiri dari dua hal ini: mewartakan Kerajaan Tuhan, dan menyembuhkan orang sakit.

Panggilan oleh Yesus dikatakan dengan bahasa alkitabiah. Tetapi dalam istilah yang sederhana itu terungkaplah tugas yang sangat penting dan luas: memperhatikan dan mengolah jiwa dan raga, perawatan jiwa dan pertolongan kepada masyarakat, serta perhatian kepada orang yang sihat mahupun sakit.

Untuk melaksanakan tugas atau perutusan tersebut, Yesus juga menyebut syarat-syaratnya. “Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.”

Kita dipanggil bukan untuk berjuang dengan kekerasan lawan kekerasan, menggunakan helah dengan tipuan, dengan menggunakan saham atau modal wang sebaliknya menggunakan senjata perdamaian, kesabaran dan pengorbanan.

Dari syarat-syarat itu ternyata, bahawa utusan-utusan Kristus di dunia ini tidak sama seperti orang-orang lain di dunia ini. Secara duniawi Gereja bergantung pada diri sendiri, ibaratnya tersamping sebagai kekuatan dunia, dan hanya dilindungi dan ditanggung oleh kekuatan dan kekuasaan Tuhan.

Kerana itu Yesus mengatakan: “Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut.”

Pada dasarnya landasan untuk melaksanakan misi Yesus, bukanlah dengan menyiapkan bekalan atau melihat terlebih dahulu adakah situasi di sesebuah tempat itu selamat.

Pelayanan jiwa (cura animarum) tidak tergantung pada persediaan dan kelengkapan material atau duniawi.

Murid-murid Yesus menunjukkan mereka bersikap biasa dan bergaul dengan sesama secara jujur, tanpa bekalan atau persiapan wang.

Kita sebagai manusia adalah alat Tuhan dan harus rela membiarkan diri untuk digunakan-Nya menurut keadaan kita masing-masing.

Yesus juga berbicara tentang dua hal atau sikap dasar setiap orang, yang mahu menjadi murid-Nya: menerima atau menolak? Ada orang-orang yang mahu menerima panggilan Yesus, untuk ikut mendirikan Kerajaan-Nya.

Tetapi ada pula yang menganggap dirinya sebagai pengikut Kristus, namun tidak mendengarkan panggilan-Nya untuk mengambil bahagian dalam karya-Nya.

Yesus memanggil kita, mengambil bahagian dalam karya pewartaan khabar gembira iaitu Injil, yang disebut evangelisasi.

Pewartaan khabar gembira Yesus bukan hanya berupa ajaran dengan kata-kata belaka, namun juga disertai perbuatan di segala lapangan hidup.

Gereja kita sungguh memerlukan terutama kaum muda untuk menyahut panggilan menjadi paderi atau memasuki kehidupan dan karya religius (sebagai biarawan-biarawati).

Khususnya di paroki-paroki yang besar.

Seperti yang disampaikan oleh Sri Paus Fransiskus dalam seruan apostoliknya “Sukacita Injil”

Kita semua bersukacita menerima khabar gembira, justeru sukacita Injil inilah yang harus mendorong kita semua tanpa kecuali, untuk meneruskan sukacita itu kepada semua orang.

Sukacita Injil itu dapat kita sampaikan kepada sesama kita dengan meneruskan kerahiman Tuhan, yang dalam diri Yesus membangun Kerajaan-Nya.

Setiap orang Kristian sejati harus mengambil keputusan secara tegas, iaitu mahu mengikuti atau tidak mahu mengikuti panggilan Tuhan, untuk mewartakan dan melaksanakan khabar gembira Yesus dalam aneka macam dan bentuknya. — iman Katolik

Total Comments:0

Name
Email
Comments