Jangan takut untuk memberi

Sebelum petikan Injil hari ini (Luk 9:11b-17) terlebih dahulu, Lukas berceritera, bahawa keduabelas murid Yesus baharu pulang sesudah mereka melaksanakan tugas pewartaan, dan mau memberikan laporan kepada Yesus.

Jun 17, 2022

HARI MINGGU PESTA TUBUH
DAN DARAH YESUS
Kejadian 14:18-20;
1 Korintus 11:23-26;
injil lukas 9:11b-17;

Sebelum petikan Injil hari ini (Luk 9:11b-17) terlebih dahulu, Lukas berceritera, bahawa keduabelas murid Yesus baharu pulang sesudah mereka melaksanakan tugas pewartaan, dan mau memberikan laporan kepada Yesus. Yesus mahu menyendiri dengan mereka (Luk 9:1-11a). Tetapi ternyata sangat ramai orang mengikuti Yesus. Dilaporkan ada lima ribu orang.

Para rasul sangat realistik. Melihat betapa ramai orang yang pada petang hari mengikuti Yesus, mereka segera memohon kepada Yesus agar orang-orang itu disuruh pulang supaya dapat mencari makan. Tetapi Yesus memberikan jawaban yang mengejutkan, “Berilah mereka makan!”

Padahal hanya terdapat lima roti dan dua ikan untuk ribuan orang. Bukankah perintah Yesus itu sungguh tidak masuk akal? Sesungguhnya, tanpa Yesus, para pengikut-Nya tidak dapat mencari jalan penyelesaian!

Hakikatnya, meskipun kita sentiasa mahu mendirikan Kerajaan Tuhan yang diwartakan Yesus tetapi menyelamatkan keadaan atau mengatasi nasib buruk atau kemiskinan umat manusia selalunya merupakan sesuatu yang di luar kemampuan kita sebagai Gereja.

Tetapi Kristus mengetahui keterbatasan kita. Tetapi Dia tetap memberikan perintah-Nya supaya kita menolong sesama kita. Mengapa? Kerana semua pertolongan pada dasarnya datang daripada Tuhan! Dia mampu mengadakan mukjizat luarbiasa di luar dugaan, bukan untuk menunjuk-nunjuk melainkan untuk berbuat baik kepada setiap orang yang memerlukannya.

Dalam Injil hari ini diceriterakan bahawa pemberian Tuhan melalui Yesus begitu banyak, sampai sesudah semua orang makan kenyang, masih ada lebihan roti dua belas bakul.

Apa pesan Injil hari ini kepada kita? Yesus memang mengadakan mukjizat, namun Dia menyelenggarakannya bersama dengan murid-murid-Nya! Merekalah yang mengatur dan membahagi umat dalam kumpulan-kumpulan. Merekalah yang membahagikan makanannya. Pengandaan dan pembagian roti dan ikan diselenggarakan melalui tangan-tangan mereka. Itulah sebenarnya yang juga terjadi abad demi abad, baik dahulu mahupun sekarang.

Tuhan berkarya, Tuhan mengadakan mukjizat dengan dan bersama dengan Yesus dan kita! Dan mukjizat dalam bentuk pengandaan sakramen Roti Ekaristi, maupun berupa pemberian roti makanan sehari-hari.

Ataupun dalam bentuk roti rohani, Sabda Tuhan atau juga berupa pemberian roti makanan sebagai ungkapan karitas kepada sesama sehari-hari. Demikianlah Kristus berkarya dan bertindak melalui tangan kita murid-murid-Nya, yang telah menerima perintah, tugas dan kuasa untuk berbuat baik dalam Kristus.

Dalam kehidupan dan pekerjaan kita sebagai umat Kristiani ada dua hal yang patut kita perhatikan. Pertama: syarat memiliki kesungguhan dalam menghayati baptis kita sebagai orang Kristiani sejati ialah kesedaran, bahawa kita dipanggil dan diutus untuk hidup dan berbuat seperti Kristus. Kedua: pelaksanaan perutusan itu hanya mungkin diwujudkan, apabila kita sungguh bersatu dengan Kristus dalam iman kita. Apabila iman kita tidak sungguh kita miliki dan hayati, maka iman kita kering dan mandul. Ibarat seperti kabel elektrik, apa gunanya kabel jika terdapat arus elektrik untuk menyalakan lampu?

Ada pula umat yang memiliki kekayaan bagaikan sumber elektrik yang kuat, namun tidak memasang kabel untuk mengalirkan elektrik ke daerah-daerah yang gelap.

Tetapi ada juga orang-orang yang kuat, mendalam dan sangat hidup imannya, namun tidak peka melihat kehausan dan kelaparan orang-orang lain apapun bentuknya.

Namun ada juga yang beriman dan berkeinginan membantu tetapi merasa dirinya sangat terbatas, dan tidak mampu untuk menolong sesamanya. Nah, inilah yang dialami keduabelas murid/rasul dalam Injil hari ini. Sungguh sedikit yang mereka miliki: lima roti dan dua ikan! Tetapi berkat iman mereka yang kuat kepada Yesus, meskipun ada ‘lima roti dan dua ikan’, mereka dapat memberikan dan membahagikan kekayaan kebaikan kasih Kristus kepada orang-orang yang sangat memerlukannya. Injil hari ini mengajak kita sebagai orang Kristiani yang sudah dibaptis, meninjau kembali makna dan penghayatan iman kita yang sejati, agar sungguh menjiwai dan menentukan seluruh sikap, hidup dan perbuatan kita sebagai murid Kristus.

Dalam merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, marilah kita menerima Ekaristi sebagai pemberian Tubuh dan Darah-Nya bukan hanya untuk kita sendiri, melainkan untuk meneruskan kehadiran-Nya dalam diri kita itu kepada orang lain. — Msgr F.X. Hadisumarta O.Carm, imankatolik.com

Total Comments:0

Name
Email
Comments