Jokowi lancar festival bulan Kitab Suci Katolik

Presiden Indonesia, Joko Widodo telah melancarkan festival maya Kitab Suci Katolik yang menggalakan kaum muda Katolik memahami lebih dalam akan Kitab Suci serta mempraktikkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Kitab Suci.

Oct 09, 2021


JAKARTA:
Presiden Indonesia, Joko Widodo telah melancarkan festival maya Kitab Suci Katolik yang menggalakan kaum muda Katolik memahami lebih dalam akan Kitab Suci serta mempraktikkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Kitab Suci.

Acara yang dianjurkan oleh Badan Pembentukan dan Pembangunan Pesparani Nasional Katolik dan Penciptaan Maya Katolik Indonesia (KVKI), dimulakan dengan Misa pada 2 Oktober, dan akan disiarkan secara langsung di saluran YouTubenya sehingga 28 Oktober.

Father Paulus Christian Siswantoko, salah seorang penganjur, mengatakan nilainilai alkitabiah yang ingin ditanamkan festival ini merangkumi persaudaraan, toleransi, kekitaan dan kasih sayang.

Dengan tema “Persaudaraan manusia di tengah pandemik Covid-19”, festival ini meliputi pertandingan bercerita Alkitab, pertandingan nyanyian Mazmur dan kuiz mengenai nilai-nilai Kristian.

Selain itu, ia juga diisi dengan acara bual bicara dan seminar pelbagai tema yang disertai peserta dari seluruh 34 wilayah di Indonesia.

Festival yang menonjolkan perpaduan dan solidariti itu merupakan salah satu acara besar di Indonesia.

“Pandemik membataskan pergerakan dan aktiviti kita, tetapi kita tidak boleh kehilangan kreativiti kita. Kita harus bersemangat dan produktif untuk mengadakan acara yang bermanfaat melalui media digital yang melibatkan ramai orang di samping menjaga protokol kesihatan,” kata Widodo kepada para peserta pada permulaan festival.

“Oleh itu, saya sangat menghargai festival maya ini. Ini membuktikan bahawa umat Katolik cepat menyesuaikan diri dengan situasi, menjadi model bagi praktik baharu, dan mempersiapkan diri untuk peralihan dari pandemik ke endemik.” Widodo juga menyeru umat Katolik agar membantu mereka yang terkesan dengan pandemik.

“Saya berharap program sosio-keagamaan ini ... dapat memperkuat kepercayaan umat Katolik, meningkatkan semangat nasionalisme, dan meningkatkan toleransi beragama melalui aksi cinta kepada budaya Gereja Katolik,” katanya. — Ucanews.com

Total Comments:0

Name
Email
Comments