Kebebasan sejati mengalir dari Salib Yesus

Sri Paus Fransiskus mengatakan bahawa kebebasan sejati akan ditemui dan dialami dengan membuka hati kepada rahmat Kristus.

Oct 09, 2021


KOTA VATIKAN:
Sri Paus Fransiskus mengatakan bahawa kebebasan sejati akan ditemui dan dialami dengan membuka hati kepada rahmat Kristus.

“Kebebasan yang paling benar, bebas dari perhambaan dosa, mengalir dari Salib Kristus. Kita bebas dari perhambaan dosa oleh Salib Kristus,” kata Sri Paus Fransiskus pada 6 Oktober.

“Di sana, di mana Yesus merelakan diri-Nya dipaku, menjadikan diri-Nya hamba, Tuhan meletakkan sumber kebebasan pada orang itu.”

Uskup Roma itu berkata demikian kepada para penziarah yang berkumpul di Dewan Paulus VI. Bapa Suci merujuk kepada Sto Paulus, yang katanya mengalami misteri kasih Tuhan ketika dia menulis, “Saya telah disalibkan dengan Kristus” dalam Surat Rasul itu kepada jemaat di Galatia.

“Setelah menerima Kristus dalam hidupnya, Paulus tahu dia telah menerima karunia terbesar dalam hidupnya iaitu kebebasan. Paulus memakukan keinginan daging dan duniawinya di Salib Yesus.”

“Kesaksian dan keakraban Paulus dengan Tuhan memberi kita inspirasi menjalani kehidupan bebas ini. Orang Kristian bebas, harus bebas, dan dipanggil untuk tidak kembali menjadi hamba kepada perkara-perkara aneh,” kata Sri Paus.

Sangti Papa menyatakan bahawa untuk bebas dari dosa bukanlah mudah namun, ia tidak mustahil, jika umat bertekad untuk membuat kemajuan dalam hidupnya.

“Berapa ramai orang di sana yang tidak pernah belajar, bahkan tidak tahu membaca dan menulis, tetapi mereka memahami pesan Kristus dengan baik, yang mempunyai kebebasan ini yang memerdekakan mereka. Kebijaksanaan Kristus telah meresapi mereka melalui Roh Kudus dalam pembaptisan,” kata Bapa Suci.

Ucapan Sri Paus yang disiarkan secara langsung, bertema, “Kristus telah membebaskan kita,” adalah yang siri katekesis beliau yang ke-10 tentang surat kepada umat di Galatia.

“Kebebasan yang diterima oleh orang-orang Galatia - dan kita - adalah buah kematian dan kebangkitan Yesus. Bahawa kebebasan memerdekakan seseorang sejauh mana ia mengubah kehidupan seseorang dan mengarahkannya ke arah kebaikan.

“Agar benar-benar bebas, kita tidak hanya perlu mengenal diri kita pada tahap psikologi, tetapi apa yang lebih penting ialah mempraktikkan kebenaran dalam diri kita dengan lebih mendalam serta membuka diri kita kepada rahmat Kristus,” jelas Sri Paus.

“Perjalanan kebenaran dan kebebasan adalah perjalanan yang berat sepanjang hidup ... Dan ini adalah perjalanan di mana Cinta yang datang dari Salib membimbing dan menopang kita: Cinta yang mengungkapkan kebenaran kepada kita dan memberi kita kebebasan. Ini adalah jalan menuju kebahagiaan,” kata Sri Paus. --CNA

Total Comments:0

Name
Email
Comments