Komen di Live Chat Youtube semasa Misa Kudus online

Masa pandemik membuat banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk juga hidup berliturgi. Salah satu yang paling terkesan adalah Perayaan Ekaristi bagi umat Katolik.

Jul 16, 2021

Soalan: Adakah esensinya menulis di live chat Youtube ketika Misa online berlangsung? Saya perhatikan ramai yang menulis di ruangan chat ketika Misa. Apakah sebaiknya jika ruang chat live dimatikan sahaja semasa Misa Kudus online? — Theo

Jawaban: Masa pandemik membuat banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk juga hidup berliturgi. Salah satu yang paling terkesan adalah Perayaan Ekaristi bagi umat Katolik.

Kini, umat sering menyebut “Misa online” yang pada hakikatnya tetap Misa yang disiarkan atau live streaming. Tentu sahaja Misa ini tidak dapat disebut sebagai Misa sebagaimana kita merayakan Misa di dalam Gereja.

Misa online sebagai suatu kegiatan atau aktiviti membantu hidup rohani umat beriman terjaga dengan baik.

Memang, Perayaan Ekaristi atau Misa yang disiarkan di Youtube sering kali problematik. Ada umat yang merasa bahawa Perayaan Ekaristi secara online ini tidak membawa kepada Tuhan Yesus.

Selain itu, salah satu masalah yang terjadi di umat adalah mengikuti Ekaristi secara streaming dengan tidak mengendahkan perayaan itu. Malah, ramai juga keluarga yang mengikuti Misa online seperti menonton filem, berbual atau makan semasa Misa online.

Ini menyebabkan Perayaan Ekaristi yang diikuti hanya sekadar tontonan saja bukan menjadi sarana untuk menimba hidup rohani. Realiti semacam ini menjadikan umat sukar jikalau hendak meminta intensi kepada paderi.

Ada umat yang sangat ingin meminta intensi tetapi kerana tidak tahu harus bagaimana akhirnya mereka tidak berbuat apaapa. Ada juga yang kemudian mencuba pada live chat di Youtube untuk meminta intensi Perayaan Ekaristi. Namun, hal ini kemudian menjadi kebiasaan yang kurang tepat kerana mereka menyamakan intensi dengan live chat.

Atas dasar tersebut di atas, penggunaan live chat di Youtube untuk menyampaikan ujud Misa tentu saja kurang tepat .
Keberadaan live chat tidak memiliki relasi dengan ujud Misa.

Live chat pada dasarnya dibuat oleh Youtube sebagai kolom komen atas aktiviti yang terjadi. Maka tidaklah hairan jika dalam live chat kemudian ada yang menyapa paderi yang merayakan Ekaristi atau juga bertitip salam. Bahkan, live chat menjadi ruang saling bertukar fikiran, salammenyalam antara umat yang mengikuti Ekaristi.

Ini bererti meskipun seorang yang mengungkapkan ujudnya dalam Youtube itu sunguh berharap pada ujud yang disampaikan, tetapi ujud Misa tidak dapat hanya melalui live chat atau perlu disampaikan langsung dalam Perayaan Ekaristi.

Meskipun demikian, live chat Youtube masih dapat dipakai sebagai penyedia pengumpulan permohonan ujud Misa.

Sebagai contoh, jika channel Youtube milik suatu paroki dan administratornya adalah dari paroki tempat disiarkannya Ekaristi, maka penangung jawab live streaming Misa di Youtube boleh menyediakan waktu sebelum Perayaan Ekaristi berlangsung supaya umat dapat menyampaikan intensi yang akan didoakan oleh Paderi yang menjadi selebran utama.

Sri Paus Fransiskus mengingatkan bahawa masa pandemik dengan Misa onlinenya boleh menjadi ancaman dalam hidup rohani. Salah satu yang disoroti oleh Sri Paus adalah Ekaristi yang dirayakan tanpa kebersamaan dengan semua orang. Keadaan tersebut bukanlah Gereja, kata Sri Paus.

Bapa Suci pun mengatakan: “Tuhan mengizinkan Gereja dalam keadaan sukar, tetapi Gereja yang ideal itu senantiasa bersama dengan umat beriman dan dengan Sakramennya” (Bdk. Homili Sri Paus Fransiskus 17 April 2020).

Oleh kerana itu, penggunaan live chat di Youtube tidak dapat menggantikan ujud Misa. Akan tetapi, live chat dapat menjadi sarana untuk menerima intensi atau ujud Misa bila diorganisasi dengan baik. — Fr Yohanes Benny Suwito, HidupKatolik.com

Total Comments:0

Name
Email
Comments