Pencerahan tentang perarakan patung Bonda Maria

Secara rohani, perarakan adalah ekspresi lahiriah dari penghayatan batin, yang mengungkapkan rasa keterlibatan umat secara bersama-sama di dalam misteri iman itu.

Dec 02, 2022


Seorang rakan bukan Katolik saya telah menyaksikan perarakan patung Bonda Maria pada bulan Oktober lalu serta bertanya adakah orang Katolik menyembah patung? Mengapa harus mengarak patung misalnya patung Bonda Maria?

DALAM tradisi Katolik perarakan juga dikenali sebagai prosesi. Prosesi atau perarakan diamalkan dalam pelbagai agama dan budaya.

Secara rohani, perarakan adalah ekspresi lahiriah dari penghayatan batin, yang mengungkapkan rasa keterlibatan umat secara bersama-sama di dalam misteri iman itu.

Prosesi seperti ini diinspirasikan dari Kitab Suci, misalnya prosesi tabut perjanjian (2 Sam. 6:12-19), dan prosesi ketika Yesus memasuki Yerusalem (Mat. 21:1-10).

Biasanya ada tiga jenis prosesi berdasarkan misteri iman yang direnungkan: prosesi yang berkaitan karya keselamatan, prosesi votif dan prosesi yang dituntut liturgi.

Kategori pertama: Sebagai contoh, prosesi yang diadakan pada Feb 2, yang mengenang peristiwa Tuhan dipersembahkan di bait Tuhan atau prosesi Minggu Palma yang memperingati saat Tuhan memasuki Yerusalem sebagai Mesias; prosesi Malam Paskah mengenangkan peralihan Tuhan dari maut ke kehidupan.

Prosesi-prosesi ini adalah dituntut liturgi misal- nya perarakan masuk (sekarang diwakili oleh paderi, pelayan altar dan petugas liturgi lain), perarakan minyak Krisma, prosesi penghormatan salib pada Jumaat Agung, Prosesi dalam Ekaristi seperti prosesi Injil, persiapan persembahan, prosesi mengantar jenazah dan sebagainya (Lih. Direktorium tentang Kesalehan Umat dan Liturgi no. 245 dst).

Perarakan Maria pada bulan Oktober termasuk dalam jenis prosesi votif. Prosesi ini ungkapan devosional umat. Contoh lainnya adalah prosesi Ekaristi pada hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, prosesi Hati Kudus Yesus, atau penghormatan orang kudus tertentu lainnya.

Di sini cita rasa rohani umat menentukan bentuk dan suasana perayaan. Salah satunya adalah dengan mengarak patung Maria.

Perarakan ini tidak bermaksud untuk menyembah patung tetapi mengungkapkan cinta mereka pada Maria, yang adalah Bonda Tuhan Yesus dan juga ibu kita secara rohani. Biasanya prosesi disertai doa-doa seperti litani atau rosari dan nyanyian-nyanyian indah.

Bagi Gereja Katolik pemakaian patung diizin- kan, dengan kesedaran bahawa patung itu merupakan sarana untuk menghantar pada peribadi yang digambarkannya dan terutama Tuhan sendiri yang dalam rahmat berkarya dalam peribadi tersebut. “Kerana penghormatan pada gambar-gambar melampaui gambar-gambar itu sendiri tertuju pada gambar asalinya’ (Basilius Agung) dan siapa yang menghormati gambar, menghormati Peribadi yang digambarkan dalam gambar itu” (DH 601).
Memang ada juga bahaya, iaitu bila orang terfokus hanya pada patung (atau gambar) saja, menghiasnya indah-indah, tetapi batin sendiri kurang dihiasi dengan tobat dan amal kasih.

Bahaya yang sama terjadi juga bila terlalu menekankan unsur lahiriah, tetapi meremehkan liturgi dan misteri iman yang dikenangkan. Begitu pula bila semangat persaingan mewarnai prosesi, misalnya biaya besar dan budaya-budaya tidak sepatutnya seperti mabuk dan pakaian tidak sesuai. Ini memang salah.

Prosesi yang baik melambangkan banyak hal dan membantu iman. Pertama-tama prosesi merupakan ‘tanda keadaan Gereja yang sedang berziarah, bersama dan mengikuti Kristus, yang sedar bahwa di dunia ini tidak ada kediaman yang abadi.’ Tujuan peziarahan kita adalah Yerusalem syurgawi dan persekutuan bahagia di syurga.

Prosesi juga menandakan bahawa perjalanan ini kita lakukan bersama-sama. Ada semangat doa, aktiviti serta tujuan yang sama. Maka prosesi sungguh-sunguh akan memupuk persaudaraan iman dan komitmen Kristian. Selain itu prosesi yang baik membangkitkan semangat untuk bersaksi dan kesedaran semangat misionari kita sebagai Gereja. — Fr Gregorius Hertanto, MSC, Ketua Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng, Sulawesi Utara, hidupkatolik.com

Total Comments:0

Name
Email
Comments